WL: Ada Apa Gedungnya Tertutup, Yang Diuntungkan Hanya Pedagang Tertentu

DEPROV, Sulutlink.com – Pilwako kota Tomohon masih cukup panjang yang notabene tanggal 23 September 2020 atau 7 bulan lagi. Kesempatan inilah yang dapat dimanfaatkan seluas-luasnya dapat berinteraksi dengan warga Kota Tomohon. Peluang menguntungkan bagi Anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut yang menyatakan dirinya maju sebagai Calon Walikota Kota Tomohon periode 2020-2024.

Pantauan sulutlink.com, bahwa keliling pasar tradisional Kota Tomohon Wenny Lumentut bermaksud ingin tatap muka dengan para pedagang pasar Beriman Kota Tomohon.

Wenny Lumentut bertemu pedagang yang mengeluhkan tak strategisnya lokasi pasar yang terasa mengalami minat pembeli menurun, demikian salah satu keluhan pedagang yang dikemukakan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat berinteraksi ke Pasar Beriman Tomohon, Sabtu (01/02/2020) siang yang lalu.

Bukan itu saja, selain masalah status posisi tidak stratrgis, pedagang juga keluhkan soal lahan yang ditempati terasa adanya praktek pilih kasih dan membedakan mengatur pembatasan tempat barang dagangan dengan sekat antara pedagang,” beber pedagang

Menanggapi keluhan para pedagang, Wenny Lumentut memaparkan bahwa pasar ini sudah dikenal dimata internasional sebagai pasar ekstrim dan perlu mendapat perhatian khusus agar dapat ditingkatkan menjadi pasar pariwisata,”jelas Lumentut

Dirinya menyatakan gagasan baru bahwa salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian dari mantan Wakil Ketua DPRD Sulut ini, yakni ada inovasi yang lagi trend saat ini, bangun lapak penjualan ikan laut.

Di mana, bangunan khusus penjualan ikan tersebut merupakan bangunan baru dan baru ditempati oleh para pedagang, tidak ada lagi istilah kata sekat, pembatasan dan lain sebagainya. Karena dengan Lapak ini bangunannya sudah representativ, menarik calon pembeli, aman, nyaman dan ramah lingkungan,” tukas Lumentut yang juga duduk sebagai Ketua Fraksi Nyiur Melambai di DPRD Sulut.

Masih kata Lumentut, keluhan mereka semakin terungkap, dimana lokasi penjualan yang sangat tidak strategis, gedungnya tertutup dan yang diuntungkan, hanyalah pedagang yang berada di bagian depan,” sebut Lumentut yang terpilih kembali melalui pileg April 2019 dapil Minahasa – Tomohon.

“Dikatakan para pedagang menginginkan agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan sesama pedagang lainnya.

“Mereka meminta agar gedung tidak tertutup dan memang seharusnya, karena ini pasar umum, gedungnya harus terbuka. Akses harus dari segala lini. Jangan ada yang ditutup. Ini bukan mall atau jenis supermarket,”imbuhnya

Lumentut menegaskan perlu penataan kembali, jangan tergeser oleh pasar moderen.

“Pasar merupakan tempat pertemuan antara produsen dan konsumen, dengan adanya sekat-sekat seperti ini sama saja membatasi interaksi antara pembeli dan pedagang,” lugasnya.

Wenny Lumentut mengingatkan, pasar tradisional merupakan salah satu pendongkrak perekonomian kalangan menengah ke bawah, dan itu jelas memberikan efek yang baik bagi perputaran ekonomi di daerah,” tambah Wenny Lumentut

Menurutnya, ada lima poin penting yang harus dikembangkan, yaitu daya tarik, akses masuk, harga barang, ketersediaan barang, aktifitas dan pelayanan, tandasnya. (*) Red2Supit-009

You must be logged in to post a comment Login