Ada Yang Dipasung, Dokter Sebut Keluarga Tersinggung Padahal Berniat Bantu Pasien Jiwa

Modoinding, Sulutlink.com – Jumlah warga yang menderita Gangguan Jiwa Berat (Pasien Psikiatri) di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, ternyata relative banyak. Sebab, menyentuh angka 24 orang, bahkan ada yang dipasung. Kenyataan ini sangat memiriskan, namun itulah kondisi rill di lapangan. Tenaga kesehatan yang memberikan Layanan Kesehatan Dasar di Puskesmas Modoinding pun mengaku sangat butuh dukungan semua pihak.

 

Hal ini terungkap saat Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) dan Bagian Perencanaan Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin langsung Direktur RSJ Prof. Ratumbuysang dr. Vonny Theresia Maria Dumingan, M.Kes. DK, melakukan home visit di 3 Kecamatan yang ada di Minsel, yakni Kecamatan Tompaso Baru, Kecamatan Maesaan dan Kecamatan Modoinding, pada Rabu (27/2). Salah satu kendala yang terkuak adalah resistensi dari keluarga Penderita itu sendiri. “Kadangkala keluarga yang tersinggung”, ungkap Kepala Puskesmas Modoinding Dr. Sintia F. Mamoto. Berbagai upaya telah dilakukan tenaga kesehatan dalam hal komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) warga masyarakat, lebih-lebih ketika memberikan saran kepada keluarga terdekat, agar Penderita Gangguan Jiwa dapat berobat secara teratur guna meminimalisir sakit yang diderita dengan segala dampaknya. Dokter yang melayani di Modoinding sejak Tahun 2009 itu, optimis jika semua pihak bekerja sama, maka warga yang sakit jiwa akan terbantu.

 

“Apalagi sejak lama, yakni Tahun 2010, Indonesia telah memprogramkan gerakan Indonesia bebas pasung”, kata anggota Tim RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Jeinner J. Rawung, S.Psi., M.Pd merespons pernyataan di atas. Tenaga kesehatan di Modoinding yang diorganisasi Dokter Sintia sudah berupaya maksimal. Dengan kunjungan Tim RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang itu, Dokter yang menyelesaikan tugas PTT di Kabupaten Kepulauan Talaud sebelum diangkat sebagai PNS di Minsel itu, berharap ada tindak lanjut dari visitasi itu.

You must be logged in to post a comment Login