Aliansi Gerakan Ormas Bersatu Gelar Aksi Demo di Kejari Minsel

Minsel, Sulutlink.com – Puluhan massa yang menamakan diri Aliansi Ormas Bersatu Minsel, Senin (14/5/2018) siang tadi, melakukan aksi demo damai ke pihak Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan.

Perwakilan massa dalam orasi yang disampaikan oleh Carles Umpel (KNPI Minsel), dengan nada lantang mempertanyakan penanganan dugaan kasus pemecah ombak pada proyek BNPB dan BPBD Minsel yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Minsel.

“Kami tidak ingin koruptor menginjak – injak negeri ini. Mari bersama bersatu untuk memberantas korupsi,”ujar Carles Umpel.

Kasie Intel Kejari Minsel Reza Pahlepi, SH yang menerima massa pendemo di depan pintu masuk, dengan santun memberikan ijin kepada perwakilan pendemo untuk masuk menemui Kepala Kejaksaan Negeri Minsel Lambok Sidabutar SH,MH.

“Sampai hari ini kita sudah menetapkan tiga orang tersangka, dua orang dari ASN dan satu orang dari pihak penyedia barang,”ujar Kajari.

Dijelaskannya, bahwa pihak Kejari Minsel sampai hari ini masih terus melakukan pemeriksaan untuk menyempurnakan berkas perkara.

Menurutnya, Kejari Minsel dalam membuktikan kasus justru bekerja ekstra dan belum menetapkan penahanan tersangka karena masih menyempurnakan berkas perkara.

“Kita tidak mau menahan seseorang lantas masa tahanannya telah habis dan harus dibebaskan demi hukum, karena berkas perkara belum lengkap. Ini bisa – bisa disalahsangka, bahwa kasusnya telah di SP3,”ucap Sidabutar.

Ditambahkan, apabila berkas perkara sudah masuk 90 persen, maka pihaknya akan melakukan penahanan, jika ada alasan untuk menahan.

Massa pendemo yang terdiri dari KNPI Minsel, GMPK DPD Minsel, LAKI DPC Minsel dan KMP3K Minsel serta ormas lainnya, usai mendapat penjelasan dari Kejari Lambok Sidabutar kemudian membubarkan diri dengan tertib.(JoTam)

You must be logged in to post a comment Login