Alotnya Pembahasan KUA – PPAS APBDP 2017 Antara Banggar dan TAPD Kota Manado

IMG_20170814_144025Manado,  Sulutlink.   Hari ini Senin, ( 14/8 ) mulai dilakukan pembahasan KUA – PPAS antara Badan Anggaran DPRD Kota Manado yang dipimpin dr. Richard Sualang Wakil Ketua Dewan, bersama Tiem Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  Kota Manado yang dipimpin langsung Plh.  Sekda Kota Manado Drs.  Rum Usulu di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Kota Manado.

Sesuai dengan Permendagri No. 59 Tahun 2007, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), atau yang biasa disingkat KUA-PPAS adalah dokumen anggaran yang dibuat oleh Sekertaris Daerah untuk disampaikan kepada Kepala Daerah sebagai pedoman dalam penyusunan APBD. KUA-PPAS disusun berdasarkan Rencana Kerja Prioritas Daerah (RKPD) dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Sementara itu, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara atau PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) sebelum disepakati dengan DPRD.

Pembahasan sangat alot dan dibanjiri banyak pernyataan dari Banggar,  baik bersifat masukan hingga berupa pendapat kritis terkait konsep KUA PPAS yang disodorkan pihak TAPD yang digawangi Drs.  Rum Usulu.

Bahkan sidang beberapa kali dilakukan skors oleh dr.  Richard Sualang selaku pimpinan siidang untuk melakulan berbagai perbaikan  atau konsultasi baik diinternal Banggar maupun internal TAPD  atas beberapa point-point  yang sangat penting dan menyita perhatian Badan Anggaran.

Pembahasan terkait acuan dasar perhitungan kalkulasi atau data yang menjadi asumsi perhitungan proyeksi anggaran juga tak luput dari sorotan tajam Banggar, sehingga ada yang mengatakan bahwa asumsi dasarnya sangat tidak proporsional sesuai kondisi sekarang ini.

Alotnya pembahasan yang dihadiri Nortje Van Bone Ketua DPRD Kota Manado dan Denny Sondakh Wakil. Ketua DPRD serta seluruh anggota Banggar,  akhirnya disepakati rapat diskors hingga besok pagi Jam 9 untuk membahas  asumsi besaran kenaikan Pendapatan di APBD-P Tahun 2017.

Dari pendapat beberapa anggota Banggar menilai asumsi kenikan pendapatan yang diusulkan TAPD terlalu kecil  yaitu Rp.  357 Miliar yang menurut Banggar dapat dinaikkan hingga Rp. 375 Miliar.

Nanti pada besok pagi dalam sidang lanjutan,  masing-masing baik Banggar maupun TAPD akan saling buka-bukaan soal asumsi dan bukti pendukung masing-masing terkait besaran kenaikan potensi Pendapatan yang dimiliki Kota Manado.(jansen)

You must be logged in to post a comment Login