Antisipasi Meluasnya Wabah Corona Waworuntu Usul, Pemprov Sulut Segera Tutup Aktivitas Bandara Sam Ratulangi

Antisipasi Meluasnya Wabah Corona, Pemprov Sulut Segera Tutup Aktivitas Bandara Sam Ratulangi
Red2SL- 009 on April. 15. 2020

DEPROV, Sulutlink.com – Semakin bertambahnya korban virus corona covid19, membuat resah di kalangan warga sulut lebih khusus di kota manado.
Pantauan sulutlink.com di provinsi sulawesi utara sampai hari ini sudah mengoleksi sejumlah korban terpapar virus corona dan terus bertambah. Berbagai data terungkap diantaranya penumpang yang datang ke Manado dengan menggunakan jasa penerbangan atau melalui angkutan kapal laut yang di kategorikan status terduga atau kerir bisa sebagai pembawa virus corona orang ke orang

Menyikapi ancaman wabah virus corona sampai hari ini mengusulkan pemerintah provinsi sulut segera tutup aktivitas penerbangan di bandara sam ratulangi untuk sementara,” kata Waworuntu, kepada media sulutlink.com diruang kerjanya usai paripurna, Rabu (15/4/2020)

Menurutnya, ada aspirasi ratusan warga mendesak pemerintah provinsi untuk menutup sementara aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi dan beberapa Pelabuhan laut bisa melalui pintu masuknya ODP yang melakukan perjalanan dari dan ke daerah maupun negara yang terdampak penyebaran covid19

Braien Waworuntu sebagai representatif masyarakat sulut, menyatakan keprihatinannya dan memohon bapak Gubernur Sulut untuk mempertimbangkan melalui kebijakan penutupan sementara bandara sam ratulangi dan pelabuhan karena kebanyakan virus ini, diduga bisa saja dibawah oleh ODP dari luar daerah.

“Pemprov sulut bisa berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti menteri kesehatan, menteri perhubungan yang berdasarkan panduan protokol Gugus Covid 19 demi kemanusiaan.

Kalau kami yang diwajibkan tinggal di rumah tapi orang lain justru bebas bisa membawa virus ini dari luar,” tukas Waworuntu, yang juga duduk sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sulut (Partai Nasdem)

“Saya usul setiap orang yang masuk dari dan ke sulut melalui bandara dan pelabuhan sebaiknya di data dulu dan setelah itu wajib untuk menjalani isolasi selama 14 hari sambil diingatkan tidak boleh keluyuran melakukan aktivitas diluar rumah, dengan memperketat pengawasan oleh aparat kepolisian,”ujar Waworuntu.

Braien Waworuntu minta agar warga tetap tinggal dirumah, tetap menjaga jarak dan wajib memakai masker,” pungkasnya. (karel).

You must be logged in to post a comment Login