Berita Sulut, 10 April, 2008


Gubernur (Juga) Promosikan Hasil Rempah di Vietnam

Dari Konferensi Hanoi Menuju WOC Manado

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Gaung World Ocean Conference (WOC) Mei 2009 terus menggema. Bahkan dalam Konferensi Global ke-4 tentang Laut, Pesisir dan Pulau: Advancing Ecosystem Management and Integrated Coastal and Ocean Management by 2010 in the Context of Climate Change. 7-11 April 2008 di Hanoi, Vietnam. Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang diundang khusus sebagai Wakil Ketua Panitia Nasional WOC berkesempatan memaparkan berbagai potensi Sulut di hadapan peserta konferensi yang diselenggarakan oleh Global Forum on Oceans, Coasts, and Islands dengan tuan rumah Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Vietnam.

 

Demikian keterangan resmi Drs Roy Tumiwa Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Humas Pemprov pada sejumlah wartawan, Rabu (09/04). Dikatakannya, Konferensi itu dimaksudkan untuk mendapatkan kontribusi di berbagai hirarki pengambilan kebijakan dan untuk menilai sejauh mana pencapaian pesan World Summit on Sustainable Development tahun 2002 di Johannesburg di bidang pengelolaan ekosistem laut dan pesisir yang dibahas dalam konteks perubahan iklim.
 

Gubernur SHS, menyatakan bahwa tantangan yang mengemuka pada konferensi ini perlu diperhatikan sehingga menjadi acauan dalam penyelenggara WOC 2009 agar peristiwa akbar di dunia kelautan global ini nanti akan menjadi peristiwa kunci penting dalam memandu masa depan kelautan dunia ke arah yang lebih baik. “Dunia jangan hanya bersatu karena direkatkan pada ketakutan yang sama tetapi pada harapan akan masa depan yang lebih baik,”katanya.

Setidaknya ada tiga tema utama yang di fokuskan dalam konferensi ini yakni: (1) Tercapaian pengelolaan ekosistem dan pengelolaan pesisir dan laut terpadu pada tahun 2010, (2) Iklim, laut dan bencana alam, dan (3) pengelolaan ekosistem kelautan dan pemanfaatan laut di kawasan lintas batas negara. Dalam tiga thema tersebut dibicarakan berbagai topik antara lain keanekaan hayati kelautan, daerah perlindungan laut, keterkaitan dengan pengelolaan daerah alian sungai, akuakultur, transportasi laut, kerentanan ekosistem pesisir, bioprospecting, pertambangan dasar laut, pariwisata, pengembangan kapasitas dan penegakan hukum.
 

Dikatakan Gubernur SHS, Konferensi ini akan mendorong gerakan politik yang nyata, mempertegas tanggung jawab internasional terhadap masalah laut, dan meningkatnya pengertian tentang perubahan iklim dan bereaksi terhadap perubahan iklim tersebut secara benar.

 

Lebih lanjut dikatakan, Konferensi ini juga akan merumuskan sintesis dan rekomendasi bagi “Global Report on Progress on Meeting the Global Goals of Achieving Ecosystem Management and Integrated Coastal and Ocean Management by 2010” yang mana Persetujuan atas rekomendasi hasil konferensi ini akan ditetapkan pada pelaksanaan World Ocean Conference di Manado 11-15 Mei 2009.

Hal senada juga sampaikan pula oleh Dr Biliana Cicin-Sain sebagai Kepala Sekretariat Global Ocean Forum bahwa WOC 2009 di Manado Sulawesi Utara merupakan tahap penting berikutnya yang kembali akan mengumpulkan para peserta konferensi untuk melanjutkan apa yang dicapai dalam konferensi di Hanoi ini.

 

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numbery dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia WOC 2009 mengangkat urgensi pengelolaan ekosistem laut dan pesisir sekaligus mengundang para peserta untuk datang ke WOC 2009 pada tanggal 11 – 15 Mei 2009 di Manado Sulawesi Utara Indonesia.

 

Dua sesi pleno di hari pertama diisi 21 presentasi, mengangkat banyak hal yang semua bermuara pada: peranan laut pada iklim dunia, kebutuhan akan framework dan wahana untuk pengelolaan yang berkelanjutan, pendefinisian kembali bagaimana mencapai tujuan pembangunan kelautan dunia, serta perlunya peningkatan kapasitas untuk pengelolaan laut berbasis ekosistem.

 

Selesai acara pembukaan Konferensi Global ke-4 tentang Laut, Pesisir dan Pulau Kecil. Stand WOC mendapat perhatian yang cukup berarti. WOC 2009 menjadi perhatian karena didalam berbagai brosur, edaran dan agenda acara selalu disebutkan tentang WOC 2009 di Manado. Rempah-rempah, makanan kering dan berbagai informasi lain tentang Sulawesi Utara yang menghiasi stand WOC juga mendapat perhatian pengunjung. Delegasi Indonesia membuat Hotel Melia Hanoi sangat bernuansa Sulawesi Utara.

 

Delegasi Indonesia yang dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan sebagai the Chairman of the World Ocean Conference 2009 dan Gubernur Sulawesi Utara sebagai Vice Chairman of the World Ocean Conference 2009 mendapatkan kehormatan khusus atas inisiatif penyelenggaraan WOC 2009. Sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat dunia semakin menggema dan Keberadaan Sulawesi Utara serta WOC 2009 semakin banyak diketahui dimana Konferensi Global ini secara resmi akan diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia dengan tuan rumah Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, dan Gubernur Sulawesi Utara, S.H. Sarundajang.

 

Dalam rangkaian acara konferensi ini pula Gubernur Sulawesi Utara mempromosikan Daerah Sulawesi Utara dari berbagai potensi yakni pariwisata, perikanan, Pertanian dll. Pada kesempatan tersebut di perkenalkan pula budaya Sulawesi Utara melalui penampilan tari-tarian daerah Sulawesi Utara yang dibawakan oleh Ikatan Waraney Wulan Minahasa.

 

Dalam resepsi tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Bapak Freddy Numberi dan Gubernur Sulawesi Utara Bapak S. H. Sarundajang mendapat piagam penghargaan atas inisiatif penyelenggaraan WOC yang sesuai dalam menjawab tantangan dan kebutuhan lingkungan dunia saat ini. UNEP mengunakan kesempatan Reception Dinner tersebut untuk meluncurkan buku “The UNEP Large Marine Ecosystem Report”.

 

Gubernur Sulawesi Utara juga menyampaikan, Global Environment Facility (GEF), dalam presentasinya pada Rapat Koordinasi Coral Reef Intiative (CTI), menyampaikan komitmen penyediaan dana sebesar US$ 63 juta untuk pengembangan program terkait CTI. Coral Reef Intiative (CTI) ini merupakan ide dari Bapak Presiden RI yang juga menjadi agenda acara bersamaan dengan pelaksanaan WOC 2009 di Manado dengan menghadirkan 6 pemimpin Negara anggota CTI. Selain GEF, Program Pembangunan PBB (UNDP) juga menyampaikan komitmen mereka untuk menyediakan dana awal bagi CTI dengan total dana mencapai lebih dari US$ 500 juta dimana telah diumumkan juga bahwa Summit CTI, yang melibatkan 5 kepala negara anggota dan 2 negara partner, akan diselenggarakan di Manado, bersamaan dengan penyelenggaraan WOC 2009.