Diduga Teroris, 7 Orang
Ditangkap Perbatasan Philipina
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink. Meski
terus dilakukan penjagaan secara
ketat, namun daerah perbatasan
Kepulauan Talaud dan Sangihe (
Indonesia – Philipina) masih
rawan. Buktinya, aparat
kepolisian pada Rabu (09/04)
berhasil membekuk 7 orang yang
diduga teroris. Mereka menurut
Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs
Bekto Suprapto pada sejumlah
wartawan, Kamis (10/04), diduga
kuat merupakan kaki tangan
jaringan teroris internasional.
Diketahui, ke 7 orang ini
ditangkap ditempat berbeda,
yakni; 3 orang ditangkap di
pulau Tinakareng, 3 orang
ditangkap di kelurahan Tidore
Kepulauan Talaud dan 1 orang
lagi di Tahuna.
Dalam keterangan Kapolres
Sangihe AKBP Dody Zulkarnaen, ke
tujuh orang ini diberangkatkan
dengan kapal cepat dari Tahuna,
sekitar pukul 10.00 Wita, dan
tiba di
Manado
pada pukul 17.00 Wita, Kamis
(10/04).
Ketujuh orang ini diantar
langsung Kapolres bersama
beberapa anggotanya, dan
langsung dijemput Densus 88 dan
dibawa ke markasnya di mapolda
Sulut untuk diperiksa.
“Penanganannya langsung
diserahkan oleh Densus 88 Polda
Sulut,”terang Dody.
Sayangnya, saat ditanya mengenai
status termasuk asal ke 7 orang
tersebut, Polda Sulut terkesan
belum berani memberikan
keterangan lebih lanjut. Namun
dalam pantauan wartawan, ke 7
orang tersebut tidak bisa
berbahasa Indonesia dan hanya
mengetahui bahasa Tagalog
Philipina.