Berita Sulut, 11 April, 2008


Diduga Teroris, 7 Orang Ditangkap Perbatasan Philipina

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Meski terus dilakukan penjagaan secara ketat, namun daerah perbatasan Kepulauan Talaud dan Sangihe ( Indonesia – Philipina) masih rawan. Buktinya, aparat kepolisian pada Rabu (09/04) berhasil membekuk 7 orang yang diduga teroris. Mereka menurut Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto pada sejumlah wartawan, Kamis (10/04), diduga kuat merupakan kaki tangan jaringan teroris internasional.

 

Diketahui, ke 7 orang ini ditangkap ditempat berbeda, yakni; 3 orang ditangkap di pulau Tinakareng, 3 orang ditangkap di kelurahan Tidore Kepulauan Talaud dan 1 orang lagi di Tahuna.

 

Dalam keterangan Kapolres Sangihe AKBP Dody Zulkarnaen, ke tujuh orang ini diberangkatkan dengan kapal cepat dari Tahuna, sekitar pukul 10.00 Wita, dan tiba di Manado pada pukul 17.00 Wita, Kamis (10/04).
 

Ketujuh orang ini diantar langsung Kapolres bersama beberapa anggotanya, dan langsung dijemput Densus 88 dan dibawa ke markasnya di mapolda Sulut untuk diperiksa. “Penanganannya langsung diserahkan oleh Densus 88 Polda Sulut,”terang Dody.
 

Sayangnya, saat ditanya mengenai status termasuk asal ke 7 orang tersebut, Polda Sulut terkesan belum berani memberikan keterangan lebih lanjut. Namun dalam pantauan wartawan, ke 7 orang tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia dan hanya mengetahui bahasa Tagalog Philipina.