Gubernur Sulawesi Utara mengunjungi
lagi warga Kawanua di Kota Oarai
Jepang
Laporan:
Sterly Makalew - Oarai Jepang
Ditengah
padatnya kegiatan Ceolecanth
Exhibition di Tokyo, Jepang yang di
selenggarakan oleh Aquamarine
Fukushima. Gubernur Sulut Drs.S H
Sarundayang berserta rombongan
diantaranya Asisten II Dra Marietha
Kuntag, Kepala Dinas Pariwisata
Sulut Edwin Silangen SE MSi, Staf
Ahli Gubernur Dr.Astony Angmalisang
Msc Phd, beberapa pejabat Depdagri
dan beberapa peneliti dari
Aquamarine Fukuhima Jepang
berkesempatan bertatap muka dengan
warga Kawanua yang ada di Oarai pada
Sabtu malam 12 April 2008.
Kegiatan
yang dilaksanakan atas permintaan
Gubernur sendiri ini dilaksanakan di
Gedung Gereja Interdenominasi Injili
Indonesia (GIII) Jemaat Wilayah
Oarai dihadiri oleh seratusan
anggota jemaat GIII Oarai yang
sekitar 95% jemaatnya berasal dari
Sulawesi Utara dan dihadiri pula
oleh sejumlah undangan dari beberapa
orang Jepang pemilik perusahaan di
Oarai dan turut dihadiri pula oleh
dua orang dosen Bahasa Indonesia
dari dua universitas di Sendai dan
Yokohama yaitu Mr.Sukegawa dan
Mr.Fukihara. Selain itu turut hadir
beberapa tamu dari Gereja lainnya
yang ada di Oarai. Sebelumnya
Gubernur dan rombongan dijamu makan
malam ala Jepang di sebuah restoran
Jepang di Oarai oleh salah seorang
pimpinan perusahaan di Oarai yaitu
keluarga Amezawa-Kilapong dan
Gembala serta beberapa majelis GIII
Oarai.

Kegiatan
pertemuan dengan warga kawanua
dibuka dengan doa yang dibawakan
oleh Gembala GIII Oarai Pdt.Albert
Adam S,Th kemudian dilanjutkan
dengan pemaparan singkat tentang
keberadaan warga Kawanua di Oarai
sejak pertama kali hadir di Oarai
sekitar 15 tahun yang lalu sehingga
menghadirkan GIII Oarai sebagai
tempat berjemaat dan berkembang
sampai saat ini telah ada 5 Gereja
yaitu GIII, GMIJ, GISI, Katolik, dan
GMIJ BARU. Suatu hal yang
membanggakan karena kehadiran warga
Kawanua di Oarai untuk bekerja juga
atas dasar keinginan para pemilik
perusahaan yang melihat etos kerja
dari orang Indonesia asal Manado
yang sangat baik sehingga meminta
kepada orang-orang Manado yang ada
di Oarai untuk memanggil
saudara-saudaranya untuk datang ke
Oarai.
Sayangnya kehadiran sebagian besar
warga Kawanua yang bekerja di Oarai
ini terkendala dengan status ijin
tinggal yang semakin diperketat oleh
pemerintah Jepang, sehingga
akhir-akhir ini keberadaan warga
Kawanua di Oarai semakin berkurang
karena masalah status tinggal
tersebut. Untuk itu kedatangan
Gubernur menjadi suatu harapan bagi
warga kawanua yang ada untuk
mengupayakan perjuangan dari
Pemerintah Daerah agar kerinduan
warga bisa tinggal dengan tenang di
Jepang bisa terpenuhi.
Gubernur
dalam pengarahannya menyampaikan
bahwa kemungkinan untuk
memperjuangkan status tinggal yang
lebih baik lagi bagi warga kawanua
yang sudah ada di Oarai agak sulit
mengingat negara Jepang sendiri
memiliki hukum dan undang-undang
yang tak mungkin diintervensi oleh
pihak luar. Hanya saja gubernur
berharap agar warga bisa bekerja
dengan baik dan tidak membuat
pelanggaran-pelanggaran agar tidak
dipulangkan ke Indonesia. Selain itu
ada upaya pemerintah untuk melakukan
kerjasama antar kota dengan
mengembangkan wacana Sister City
antara Oarai dengan Bitung yang
memiliki kemiripan sehingga nantinya
ada upaya untuk penyaluran tenaga
kerja yang resmi dari Sulawesi Utara
lewat kerjasama ini. Untuk
mewujudkan hal tersebut gubernur
secara khusus juga meminta bantuan
Mr.Sukegawa dan Mr.Amezawa untuk
mengundang Walikota Oarai ke Manado
secepat mungkin.
Selanjutnya Gubernur menjelaskan
maksud dan tujuan kedatangannya ke
Jepang ini yaitu dalam rangka
menunjang pelaksanaan World Ocean
Conference pada bulan Mei tahun
depan, dengan kegiatan Ceolecanth
Exhibition dan secara khusus
mengundang Putra Mahkota Jepang dan
beberapa ahli kelautan dan perikanan
untuk hadir dalam acara WOC nanti.
Satu jam
lebih beliau menyampaikan secara
detail tentang rencana kegiatan
tersebut dengan berbagai kemajuan
infrastruktur yang sudah ada dan
akan ada untuk menunjang acara
tersebut. Selain itu kehadiran ikan
purba Coelacanth di teluk Manado
diceritakan dengan jelas kepada
warga Kawanua yang dengan serius
mendengarkannya walau kadang-kadang
Pak Gubernur menyelipakan sedikit
bakusedu untuk
menghangatkan suasana. Tak jarang
tepuk tangan dari para hadirin
membahan tatkala Pak Gubernur
menyampaikan beberapa kemajuan yang
ada di Sulawesi Utara termasuk
tentang Kain tenun Bentenan yang
saat ini lagi populer di tanah air.
Kerinduan untuk menjadikan Manado
sebagai Second Bali disampaikan pak
Gubernur pula dengan meminta
dukungan warga Kawanua yang ada di
Jepang untuk turut mempromosikan
Sulawesi Utara yang kaya akan
berbagai potensi pariwisata baik
alam, budaya, maupun kuliner.
Pemaparan yang begitu jelas dan
boleh dikatakan ilmiah oleh Gubernur
pilihan rakyat ini membuat warga
Kawanua merasa sangat puas dengan
kehadiran Gubernur malam itu
sehingga ketika sesion tanya-jawab diberikan
oleh Pak Gubernur, tidak ada
pertanyaan lagi dari warga yang
hadir malam itu. Acara kemudian
dilanjutkan dengan Foto bersama dan
kemudian Pak Gubernur dimintakan
untuk membawakan pujian. Dua buah
pujian rohani yang dinyanyikan Pak
Gub diiringi oleh Tim Musik GIII
Oarai membuat suasana makin akrab.
Beberapa jemaat pun berkata bahwa
ternyata Pak Gubernur memiliki suara
yang sangat bagus tidak kalah dengan
penyanyi-penyanyi ternama. Bahkan
ada yang menyeletuk kalo bisa Pak
Gub ikut rekaman juga lebih baik.
Acara
kemudian dilanjutkan dengan Ucapan
Terima Kasih oleh ketua Majelis GIII
Oarai Bp.Rommi Silap dan ditutup
dengan bernyanyi bersama pujian
Betapa kita tidak bersyukur
ber-tanah air kaya dan subur yang
kemudian dilanjutkan dengan Doa
bersama yang dipimpin Ibu.Pdt.Novita
Adam-Mangundap S,Th yang turut
mendoakan Gubernur dan jajarannya
dalam melaksanakan tugas
pemerintahan dan mendoakan pula
kesuksesan acara World Ocean
Conference tahun depan. Warga
Kawanua khususnya jemaat GIII Oarai
merasa sangat puas dan senang serta
berterimakasih bisa bertemu langsung
dengan Gubernur dan mengharapkan
kesehatan dan kekuatan senantiasa
diberikan TUHAN bagi Gubernur yang
sangat dicintai rakyatnya ini.