Berita Sulut, 19 April, 2008


Kain Bentenan Rambah Sekolah

Sekdaprov Tekankan UANAS Tidak Ada Pungutan

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Setelah disampaikan Kadis Diknas Sulut soal Ujian Akhir Nasional (UANAS) gratis di Sulut, kembali hal ini ditekankan Sekdaprov sulut Drs Robby Mamuaja pada sejumlah wartawan, Jumat (18/04). Bahkan, tegasnya, jika ada sekolah yang menyulitkan orang tua murid dalam proses Uanas yang bakal berlangsung pekan depan, dipersilahkan untuk melapor. Orang tua murid katanya, namun laporan tersebut harus diperkuat dengan bukti.

 

“Seluruh biaya administrasi terkait pelaksanaan Uanas sudah ditanggung pemerintah. Jadi tidak ada lagi yang namanya pungutan pada orang tua murid,”katanya.

 

Menyinggung soal rencana Bentenanisasi bagi seluruh anak murid SD hingga SMU terang Mamuaja, itu lebih baik daripada masih memakai seragam Batik. “Dan ini terutama menggambarkan identitas daerah kita,”katanya.

 

Soal kekuatiran orang tua murid soal dana seragam Bentenan tersebut tambahnya, akan dibicarakan lagi bersama Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut. Sebelumnya, Kadis Diknas Drs Djouhari Kansil, mengatakan, rencana menggantikan seragam Batik dengan Bentenan ini akan dilakukan secara bertahap. “Pengelolaannya akan diserahkan pada masing-masing sekolah,”katanya.
 

Rencana Bentenanisasi ini terus menjadi pembicaraan di masyarakat. Mereka para orang tua murid, umumnya setuju-setuju saja karena akan menunjukan identitas Nyiur Melambai. Hanya saja, banyak juga yang mengeluhkan soal harga kain Bentenan yang mencapai Rp 50.000 permeter. “Bagaimana lei ini, napa tare pemerintah ada kase bantuan melalui dana BOS, kong torang lei mo bli seragam baru? Kalu murah boleh jo mar kalu mahal kasiang? Bagaimana torang dang?,”tukas sejumlah ibu-ibu yang dimintai keterangannya soal ini.

 

Dalam hitungan sulutlink, jika harga permeter berkisar pada angka Rp 50 ribu dan dikalikan dengan jumlah murid sebanyak 407.891 dari SD sampai SMU yang tersebar di seluruh sekolah di Kabupaten dan Kota se Sulut, maka total anggaran yang akan terhimpun dari hasil penjualan kain Bentenan, sangat fantastis !, yakni mencapai angka Rp 20.394.550.000.