Asita Sulut dan TAS Tertarik Program Manengkel Yang Pro Lingkungan dan Pariwisata

Manado, Sulutlink.com. Komitmen organisasi Manengkel menarik perhatian bahkan program yang dijalankannya menjadi viral. Kenapa? Program kerja mereka yang pro lingkungan dan pariwisata menjadi daya tarik tersendiri. Orang yang terlibat di dalam organisasi Manengkel juga terdiri dari latarbelakang lembaga social masyarakat dan bukan berorientasi uang.

Salah satu program yang mereka jalankan adalah Rumah Singgah yang berfungsi sebagai hotel tanpa bayar bagi turis domestik dan manca negara. Program ini membuat tingkat keterisian kamar nyaris mencapai 100 persen setiap hari. Herannya, walaupun tidak berorientasi uang, tapi ternyata mereka bisa bertahan.

Melihat akan program mereka yang tidak berorientasi uang dan sangat pro Lingkungan dan Pariwisata, Asita Sulut pun sangat mendukung dan sudah menjalin kerja sama sejak awal. Hal ini dapat terlihat dari Diskusi Pariwisata Sulut khususnya Desa Wisata, yang diselenggarakan di Rumah Singgah Manengkel, Sabtu 19 Mei 2018, yang dihadiri langsung oleh Ketua Asita Sulut, Merry Karouwan.

“Sejak Manengkel dibentuk, Asita Sulut langsung tertarik dengan programnya yang pro Lingkungan dan Pariwisata. Program Manengkel memiliki idealisme yang tinggi dan bukan berorientasi uang. Itu sebabnya, saya dan kawan-kawan Asita Sulut memutuskan untuk mengambil bagian dari program Manengkel sepanjang mereka komit dengan idealisme mereka.” Ujar Merry kepada Sulutlink.com.

Menurut Merry, Asita Sulut bangga menjadi bagian dari Manengkel untuk memajukan Pariwisata Sulut dan berharap akan terus bekerja sama dalam program yang akan datang. Di sisi lain, Ketua Travel Agent Sulut, Stanly Ngantung mengatakan dalam acara Buka Puasa bersama, TAS dan Asita Sulut akan menyerahkan buku-buku bacaan kepada Manengkel sebagai dukungan yang nyata terhadap program yang mereka akan jalankan ke depan. (denny sondakh)

You must be logged in to post a comment Login