Astaga !!! Ijasah Kosong Dan Pungutan Liar di UNIMA Coreng Kinerja Rektor

Minut,Sulutlink.com – Ratusan wisudawan FIP UNIMA (Universitas Negeri Manado) asal Kabupaten Minahasa Utara, dibuat meradang pada acara wisuda yang dilakukan di salah satu hotel berbintang di Minut (6/3/2018) silam, dikarenakan menerima ijasah kosong.

Parahnya lagi, berdasarkan pengakuan dari para wisudawan FIP UNIMA, bahwa mereka adalah korban pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum Kaprodi (Kepala Program Studi) berinisial SK alias Karamoy.

Mereka juga menuding, aksi pungutan liar tersebut diduga diketahui oknum Dekan FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan) UNIMA.

“Sekarang mau buka semua! Mau tanda tangan IPK Rp 1 juta. Rp 500 ribu ke Dekan dan Rp 500 ribu ke Kaprodi baru dapat tanda tangan, kalau nda ada doi nda dapat tanda tangan,”ujar wisudawan FIP yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Bahkan untuk mengikuti ujian mereka dimintai uang sebesar Rp 6 juta dan juga untuk bawa berkas harus setor Rp 500 ribu serta sebelum SK dikeluarkan juga dimintai Rp 1 juta.

Dia juga menuding kalau oknum Kaprodi di FIP UNIMA berinisial SK alias Karamoy, yang menjadi pengumpul uang pungli dari mahasiswa yang akan ikut ujian.

Disisi lain Kaprodi berinisial SK, alias Karamoy saat dimintai konfirmasi dikantor pusat UNIMA, menampik semua tudingan wisudawan FIP UNIMA tersebut.

Dia berdalih bahwa tidak melakukan pungutan dan menantang wisudawan tersebut, untuk membuktikan pungli yang dituding tersebut.

Sementara itu Ketua Tim Saber Pungli UNIMA Marthinus Mintjelungan diruangan kerjanya mengatakan, sebagai Saber Pungli tidak bisa bertindak tanpa punya bukti yang jelas, karena bisa mendapat tuntutan balik.

Dijelaskannya, Saber Pungli banyak menerima laporan tetapi tak ada satupun bukti yang dapat ditunjukan oleh pelapor.

Namun ditegaskannya, Tim Saber Pungli akan memanggil oknum Kaprodi tersebut, untuk dimintai konfirmasi kebenaran tudingan mahasiswa tersebut.

“Pungutan itu sebenarnya tidak sah, karena kalau mahasiswa itu sudah UKT (Uang Kuliah Tunggal) dia hanya membayar UKT SPPnya ini,”ujar Mintjelungan.

Tentunya apabila masalah dugaan pungli yang diduga dilakukan oknum Kaprodi di FIP UNIMA tidak dapat diselesaikan, maka ini sama dengan mencoreng kinerja Rektor UNIMA Prof DR Julyeta Paulina Runtuwene MSi DEA.

Sampai berita ini diturunkan, Rektor UNIMA Prof DR Julyeta Paulina Runtuwene MSi DEA tidak dapat dihubungi dan terkesan sengaja dihindarkan oleh staf di pamdal UNIMA, dengan alasan sangat sibuk.(JoTam)

You must be logged in to post a comment Login