Awas – Tinoor Rawan Longsor – Terdapat 75 Titik Rawan Longsor

IMG00850-20160226-1212Tinoor, SulutLink. Curah hujan yang cukup tinggi dalam satu minggu terakhir termasuk pada hari ini (jumat, 26/2/2016) patut diwaspadai para pelintas jalan Tinoor. Dikuatirkan debit air di lapisan tanah dan bebatuan semakin tinggi dan tidak bisa lagi tertahan sehingga dapat terjadi longsor di sepanjang jalur jalan Tomohon Manado itu.

Menurut situs Badan Geologi, “pergeseran tanah atau longsor umumnya terjadi pada daerah jalur jalan yang menghubungkan Kota Tomohon dan Kota Manado yaitu Km 12 – Km. 17 dari Manado di Kelurahan Tinoor 1, Kecamatan Tomohon,setidaknya terdapat 60 titik longsor. Sedangkan di Wilayah Kabupaten Minahasa terdapat di Kelurahan Kembes, Kecamatan Tombulu terdapat setidaknya 15 titik longsor dan daerah – daerah lembah sungai lainnya yang mencapai ratusan titik longsor. Wilayah Kota Manado sebagai daerah terdampak akibat longsoran dan banjir bandang dari kawasan tersebut

IMG00851-20160226-1213Topografi jalan raya Tomohon – Manado yang berada di wilayah kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa berupa perbukitan dengan kemiringan yang cukup terjal di mana di bagian lereng sekitar 20 – 35 °, dan yang mengarah ke lembah sungai umumnya lebih besar 45 °. , menyebabkan masa tanah dan batuan mudah bergerak. Hal lain yang menjadi penyebab wilayah ini rawan longsor karena kurangnya tanaman berakar kuat dan dalam di sekitar alur sungai begitu pula adanya erosi ke hulu dari alur sungai.

Kondisi yang kurang mendukung pula karena percampuran antara tanah pelapukan dengan batuan dasarnya yang berupa lapili dan lava serta sifat fisik tanah yang bersifat lunak dan mudah lepas sehingga mudah luruh oleh air.

longsor tinoorBadan Geologi setelah terjadi longsor pada tahun 2014 memberikan rekomendasi antara lain pada Km. 14 dan Km. 15 dari Manado di daerah tersebut agar di lakukan penanggulangan dengan menggunakan tiang pancang yang menembus pada bidang gelincir gerakan tanah maupun pada batuan keras dan dikombinasikan dengan tembok penahan. Pemotongan lereng untuk pelebaran jalan agar dibuat dengan sistim terasering dengan terlebih dahulu dilakukan analisis kestabilan lereng. Hindarkan tanah sekitar daerah gerakan tanah menjadi jenuh air, karena menyebabkan bobot massa tanah meningkat sehingga gerakan tanah menjadi aktif kembali. Perlu juga membuat saluran air dari lereng atas dengan saluran yang kedap air atau melalui pipa.

Dalam jangka panjang perlu alternatif relokasi jalan mulai Tinoor 1 – Pal 11 (Km. 11,400 – Km. 17.150 sebelah barat barat jalan yang ada sekarang (Kota Tomohon) serta pembangunan turap di daerah pemukiman di Kota Manado dengan ketinggian 2 m di atas permukaan tanah. Sebelum melakukan pemotongan lereng jalan agar dilakukan analisis kestabilan lereng terlebih dahulu oleh ahlinya. Untuk relokasi pemukiman yang terkena bencana gerakan tanah sebaiknya ditempatkan di daerah zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah dan rendah.

Handry Sigar, warga Airmadidi kepada awak SulutLink berkomentar, “Kalau musim hujan seperti sekarang, kalau mau ke Tomohon, saya lebih pilih liwat Tanggari, walaupun hampir mirip dengan Tinoor di mana samping jalan berupa dinding tanah tapi tanahnya berbeda, kalau di Tinoor, tanah bercampur batu, kalau di Tanggari berupa teras (domatu)”, katanya dengan serius.

 

You must be logged in to post a comment Login