|
Bencana Banjir Tenggelamkan
Sebagian Bolsel
Jembatan Sepanjang 200 meter
Hanyut ke Laut
Laporan: Budi H Rarumangkay
BOLSEL,
Sulutlink. Bencana banjir yang
melanda sebagian Kabupaten Bolaang – Mongondouw Selatan
(Bolsel) kali ini, merupakan terbesar sepanjang bencana
di Sulut. Betapa tidak, sejak curah hujan dari Rabu
(23/07) lalu hingga Selasa (29/07), telah menenggelamkan
sepanjang jazirah pesisir Bolsel. Setidaknya, beberapa
kecamatan menjadi lautan air yang datang dari pegunungan
Pinolosian yang sudah gundul. Akibatnya, ribuan rumah
penduduk rusak parah diterjang kayu gelondongan bekas
perambah hutan. Bahkan, jembatan Bilangodaa sepanjang
200 meter yang menghubungkan Sulut dengan Gorontalo
putus hanyut ke laut.
Rombongan Gubernur Drs Sinyo
Harry Sarundajang (SHS) yang turun sampai di kecamatan
Pinolosian, Selasa (29/07), terpaksa harus balik arah
kembali ke Manado karena puluhan kilometer jalan di
daerah tersebut tertutup longsoran tanah berikut pohon
tumbang. “ Penderitaan seperti ini tidak akan berakhir
jika
kita
masih melakukan penebangan liar di hutan. Makanya, mulai
saat ini, kita harus hutankan kembali pegunungan
Pinolosian yang sudah gundul,'imbau SHS pada ribuan
warga disana saat bertatap muka di Molibagu.
Ditambahkan, Kadis PU Sulut
Ir Alex Wowor, hanyutnya jembatan Bilangodaa ke laut,
akibat dari kuatnya banjir bandang yang datang arah
pegunungan yang membawa ribuan material hasil hutan.
“Kerugian ditaksir mencapai Rp 53 miliar. Tahap pertama
ini sudah ditenderkan dengan nilai kontrak awal sebanyak
rp 10 miliar,”terangnya.
Parahnya keadaan di
Kecamatan Pinolosian itu sendiri mengakitbatkan ribuan
warga disana terisolir. Bahkan tambah Wowor, untuk
memasok bantuan Beras, Indomie, Tenda, Selimut, dan
sejumlah kebutuhan lainnya, tim SAR terpaksa harus
mendropnya melalui laut dengan menggunakan perahu motor.
“Ada 92 titik longsor yang mengakibatkan sebagian badan
jalan hanyut,”jelasnya.
Sebelumnya,
pada Senin (28/07), Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah,
dalam kunjungannya ke daerah ini, mengaku kaget melihat
dampak dari bencana kali ini. Chamsyah sendiri sempat
merogoh kantong untuk membantu warga Bolmong. Setidaknya,
warga dijatahi sebesar Rp 15 juta setiap rumah rusak
yang berupa bahan bangunan, berikut 10 ton beras dan
1400 dos mie instan. Dalam kesempatan itu, Mensos
meminta agar stock beras di gudang Dolog, jangan
disimpan melainkan kucurkan untuk membantu masyarakat
yang tertimpa bencana.
“Kepada para birokrat saya
imbau agar tidak melakukan penyelewenangan terhadap
bantuan dana BOS, BLT, Raskin. Ingat bantuan itu untuk
rakyat bukan pejabat,”tegasnya.
Sementara
itu, data BP DAS mencatat, 75,24 persen DAS Dumoga
mengalami kerusakan hebat, bahkan terparah di Bumi Nyiur
Melambai. Wajar saja, hujan yang melanda bumi Totabuan
telah membuat 18 sungai meluap. Bahkan, bukan tidak
mungkin bila hujan terus turun akan membuat sebagian
Bolmong Raya tenggelam.”Minggu depan saya akan
berangkat ke Jakarta untuk meminta tambahan bantuan
untuk bencana,”kata SHS. Diketahuil, sampai Selasa
(29/07), sudah sebanyak 31 ton beras bantuan Pemprov
Sulut untuk warga korban bencana banjir Bolmong.
|