Main Page

Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 31 Juli,  2008

 

Bencana Banjir Tenggelamkan Sebagian Bolsel

Jembatan Sepanjang 200 meter Hanyut ke Laut

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

BOLSEL, Sulutlink. Bencana banjir yang melanda sebagian Kabupaten Bolaang – Mongondouw Selatan (Bolsel) kali ini, merupakan terbesar sepanjang bencana di Sulut. Betapa tidak, sejak curah hujan dari Rabu (23/07) lalu hingga Selasa (29/07), telah menenggelamkan sepanjang jazirah pesisir Bolsel. Setidaknya, beberapa kecamatan menjadi lautan air yang datang dari pegunungan Pinolosian yang sudah gundul. Akibatnya, ribuan rumah penduduk rusak parah diterjang kayu gelondongan bekas perambah hutan. Bahkan, jembatan Bilangodaa sepanjang 200 meter yang menghubungkan Sulut dengan Gorontalo putus hanyut ke laut.

 

Rombongan Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang turun sampai di kecamatan Pinolosian, Selasa (29/07), terpaksa harus balik arah kembali ke Manado karena puluhan kilometer jalan di daerah tersebut tertutup longsoran tanah berikut pohon tumbang. “ Penderitaan seperti ini tidak akan berakhir jika kita masih melakukan penebangan liar di hutan. Makanya, mulai saat ini, kita harus  hutankan kembali pegunungan Pinolosian yang sudah gundul,'imbau SHS pada ribuan warga disana saat bertatap muka di Molibagu.

 

Ditambahkan, Kadis PU Sulut Ir Alex Wowor, hanyutnya jembatan Bilangodaa ke laut, akibat dari kuatnya banjir bandang yang datang arah pegunungan yang membawa ribuan material hasil hutan. “Kerugian ditaksir mencapai Rp 53 miliar. Tahap pertama ini sudah ditenderkan dengan nilai kontrak awal sebanyak rp 10 miliar,”terangnya.

 

Parahnya keadaan di Kecamatan Pinolosian itu sendiri mengakitbatkan ribuan warga disana terisolir. Bahkan tambah Wowor, untuk memasok bantuan Beras, Indomie, Tenda, Selimut, dan sejumlah kebutuhan lainnya, tim SAR terpaksa harus mendropnya melalui laut dengan menggunakan perahu motor. “Ada 92 titik longsor yang mengakibatkan sebagian badan jalan hanyut,”jelasnya.

 

Sebelumnya, pada Senin (28/07), Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah, dalam kunjungannya ke daerah ini, mengaku kaget melihat dampak dari bencana kali ini. Chamsyah sendiri sempat merogoh kantong untuk membantu warga Bolmong. Setidaknya, warga dijatahi sebesar Rp 15 juta setiap rumah rusak yang berupa bahan bangunan, berikut 10 ton beras dan 1400 dos mie instan. Dalam kesempatan itu, Mensos meminta agar stock beras di gudang Dolog, jangan disimpan melainkan kucurkan untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana.

 

“Kepada para birokrat saya imbau agar tidak melakukan penyelewenangan terhadap bantuan dana BOS, BLT, Raskin. Ingat bantuan itu untuk rakyat bukan pejabat,”tegasnya.

 

Sementara itu, data BP DAS mencatat, 75,24 persen DAS Dumoga mengalami kerusakan hebat, bahkan terparah di Bumi Nyiur Melambai. Wajar saja, hujan yang melanda bumi Totabuan telah membuat 18 sungai meluap. Bahkan, bukan tidak mungkin bila hujan terus turun akan membuat sebagian Bolmong Raya tenggelam.”Minggu depan saya akan  berangkat ke Jakarta untuk meminta tambahan bantuan untuk bencana,”kata SHS. Diketahuil, sampai Selasa (29/07), sudah sebanyak 31 ton beras bantuan Pemprov Sulut untuk warga korban bencana banjir Bolmong.