Main Page

Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 1 Agustus,  2008

 

Curah Hujan Tinggi Disertai Angin Keras, Pemkab Minahasa Warning Warga

Laporan Rikson Karundeng

 

Tondano, Sulutlink. Bupati Kabupaten Minahasa Vreeke Runtu himbau masyarakat Minahasa waspada dengan kondisi cuaca kahir-akhir ini. Kepada Sulutlink Kamis (31/7), Runtu mengungkapkan kalau curah hujan yang tinggi disertai angin keras yang melanda sejumlah wilayah di daerah Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Minahasa akhir-akhir ini bisa mengancam masyarakat kapan saja. “Kondisi cuaca seperti ini bisa saja mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Masyarakat yang tidak sigap dengan kondisi ini bisa saja menjadi korban sia-sia,” ujar Runtu.

 

Karena itu, menurutnya, pemerintah Kabupaten Minahasa sangat mengaharapkan masyarakat Minahasa khususnya yang tinggal di sejumlah wilayah yang rawan bencana untuk peka terhadap situasi kondisi akibat cuaca. Menurut Runtu, jika memungkinkan, masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana saat ini mengungsi dulu ke rumah keraat atau keluarga yang dianggap aman. Runtu juga menghimbau kepada masyarakat yang mau memanfaatkan hari libur untuk bertamasya ke daerah pantai, agar berhati-hati atau kalau perlu dialihkan ke tempat lain yang lebih aman.
 

Himbauan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Minahasa, terkait juga denga musibah yang menimpa lima pemuda Desa Raringis Kecamatan Langowan Barat, Rabu (30/07) yang dikabarkan tewas tenggelam di lokasi pariwisata Pantai Kora-kora Kecamatan Lembean Timur. Ke lima korban yang teridentifikasi bernama Billy Walintukan (22), Imly Walintukan (22), Arfei Alow (15), Neksen Telung (22), dan Arfin Mokalu (18).

 

Informasi yang dirangkum Sulutlink, para korban ini datang ke lokasi tersebut bersama rombongan Jemaat GPDI Raringis Wilayah Langowan IV untuk beribadah tamasya. Mereka dan rombongan berangkat dari Langowan sekitar pukul 08.00 Wita dan tiba di lokasi pantai Kora-kora sekitar pukul 11.00 dan langsung menggelar ibadah. Usai ibadah dan makan siang, sekitar pukul 12.00 Wita, korban bersama sejumlah pemuda lainnya melanjutkan aktifitas dengan berenang di lokasi pantai. Namun malang tak dapat ditolak. Kelima korban yang berenang di lokasi berdekatan dengan mulut sungai, tak dapat menahan arus air dari mulut sungai tersebut, yang memang cukup deras akibat hujan yang turun tak henti. Mula-mula, korban Arfin Mokalu yang terlebih dahulu hanyut terbawa arus muara sungai ke pantai, kemudian korban Arfei Alow datang menghampiri kawannya itu untuk menolong, namun apa daya, ia juga ikut terbawa arus. Begitu juga dengan korban Imly Walintukan yang datang dengan niat yang sama, juga terbawa arus. Melihat ketiga rekannya tenggelam, korban Neksen Telung dan Billy Walintukan berupaya membantu, tapi bernasib sama. Dan akhirnya kelima pemuda yang dikenal rajin beribadah tersebut hanyut dibawa arus pantai karena memang tidak terlalu mahir berenang, sehingga mereka langsung tenggelam ke dasar laut.
 

Namun akibat saat itu kondisi alam tidak terlalu bersahabat dimana hujan turun begitu deras disertai angin yang cukup kencang, rombongan jemaat bersama sejumlah pengunjung di lokasi pantai kora-kora itu hanya bisa menyaksikan kejadian itu dan berteriak histeris mita tolong, tanpa bisa berbuat banyak. Bahkan sejumlah warga yang bisa berenang mencoba untuk menolong tapi tak bisa meneruskan upaya mereka karena cuaca.

 

Tim SAR dan pihak kepolisian yang turun ke lokasi, menemkan empat korban, yakni Imly Walintukan, Arfei Alow, Neksen Telung, dan Arfin Mokalu, sekitar pukul 15.30 Wita. Sedangkan satu korban lainnya, Billy Walintukan yang merupakan anak Hukum Tua Raringis, Hard Walintukan baru bisa ditemukan sekitar pukul 16.15 Wita.

 

Pemerintah Kabupaten Minahasa yang dipimpin Sekretaris Daerah, Drs Jan Soriton DEA beserta sejumlah pejabat, sempat turun kelokasi bersama tim SAR Minahasa. Dimana, sejumlah mobil ambulans serta tenaga medis juga langsung diterjunkan ke TKP. Usai ditemukan lima jenasah korban, dibawa ke Rumah Sakit Samratulangi Tondano untuk diotopsi.
 

Hingga berita ini diturunkan, suasana dukacita mendalam yang disertai tangis histeris, masih meliputi keluarga serta kerabat dari kelima korban yang berada di Desa Raringis. Tiga korban telah dimakamkan kamis (31/7), sedagkan dua lainnya dikabarkan akan segera dimakamkan jumat (1/8).