|
Curah Hujan
Tinggi Disertai
Angin Keras, Pemkab
Minahasa Warning
Warga
Laporan Rikson
Karundeng
Tondano, Sulutlink.
Bupati Kabupaten
Minahasa Vreeke
Runtu himbau
masyarakat Minahasa
waspada dengan
kondisi cuaca
kahir-akhir ini.
Kepada Sulutlink
Kamis (31/7), Runtu
mengungkapkan kalau
curah hujan yang
tinggi disertai
angin keras yang
melanda sejumlah
wilayah di daerah
Sulawesi Utara,
termasuk Kabupaten
Minahasa akhir-akhir
ini bisa mengancam
masyarakat kapan
saja. “Kondisi cuaca
seperti ini bisa
saja mengakibatkan
bencana banjir dan
tanah longsor.
Masyarakat yang
tidak sigap dengan
kondisi ini bisa
saja menjadi korban
sia-sia,” ujar Runtu.
Karena itu,
menurutnya,
pemerintah Kabupaten
Minahasa sangat
mengaharapkan
masyarakat Minahasa
khususnya yang
tinggal di sejumlah
wilayah yang rawan
bencana untuk peka
terhadap situasi
kondisi akibat cuaca.
Menurut Runtu, jika
memungkinkan,
masyarakat yang
tinggal di lokasi
rawan bencana saat
ini mengungsi dulu
ke rumah keraat atau
keluarga yang
dianggap aman. Runtu
juga menghimbau
kepada masyarakat
yang mau
memanfaatkan hari
libur untuk
bertamasya ke daerah
pantai, agar
berhati-hati atau
kalau perlu
dialihkan ke tempat
lain yang lebih
aman.
Himbauan tersebut
disampaikan
Pemerintah Kabupaten
Minahasa, terkait
juga denga musibah
yang menimpa lima
pemuda Desa Raringis
Kecamatan Langowan
Barat, Rabu (30/07)
yang dikabarkan
tewas tenggelam di
lokasi pariwisata
Pantai Kora-kora
Kecamatan Lembean
Timur. Ke lima
korban yang
teridentifikasi
bernama Billy
Walintukan (22),
Imly Walintukan
(22), Arfei Alow
(15), Neksen Telung
(22), dan Arfin
Mokalu (18).
Informasi yang
dirangkum Sulutlink,
para korban ini
datang ke lokasi
tersebut bersama
rombongan Jemaat
GPDI Raringis
Wilayah Langowan IV
untuk beribadah
tamasya. Mereka dan
rombongan berangkat
dari Langowan
sekitar pukul 08.00
Wita dan tiba di
lokasi pantai
Kora-kora sekitar
pukul 11.00 dan
langsung menggelar
ibadah. Usai ibadah
dan makan siang,
sekitar pukul 12.00
Wita, korban bersama
sejumlah pemuda
lainnya melanjutkan
aktifitas dengan
berenang di lokasi
pantai. Namun malang
tak dapat ditolak.
Kelima korban yang
berenang di lokasi
berdekatan dengan
mulut sungai, tak
dapat menahan arus
air dari mulut
sungai tersebut,
yang memang cukup
deras akibat hujan
yang turun tak henti.
Mula-mula, korban
Arfin Mokalu yang
terlebih dahulu
hanyut terbawa arus
muara sungai ke
pantai, kemudian
korban Arfei Alow
datang menghampiri
kawannya itu untuk
menolong, namun apa
daya, ia juga ikut
terbawa arus. Begitu
juga dengan korban
Imly Walintukan yang
datang dengan niat
yang sama, juga
terbawa arus.
Melihat ketiga
rekannya tenggelam,
korban Neksen Telung
dan Billy Walintukan
berupaya membantu,
tapi bernasib sama.
Dan akhirnya kelima
pemuda yang dikenal
rajin beribadah
tersebut hanyut
dibawa arus pantai
karena memang tidak
terlalu mahir
berenang, sehingga
mereka langsung
tenggelam ke dasar
laut.
Namun akibat saat
itu kondisi alam
tidak terlalu
bersahabat dimana
hujan turun begitu
deras disertai angin
yang cukup kencang,
rombongan jemaat
bersama sejumlah
pengunjung di lokasi
pantai kora-kora itu
hanya bisa
menyaksikan kejadian
itu dan berteriak
histeris mita tolong,
tanpa bisa berbuat
banyak. Bahkan
sejumlah warga yang
bisa berenang
mencoba untuk
menolong tapi tak
bisa meneruskan
upaya mereka karena
cuaca.
Tim SAR dan pihak
kepolisian yang
turun ke lokasi,
menemkan empat
korban, yakni Imly
Walintukan, Arfei
Alow, Neksen Telung,
dan Arfin Mokalu,
sekitar pukul 15.30
Wita. Sedangkan satu
korban lainnya,
Billy Walintukan
yang merupakan anak
Hukum Tua Raringis,
Hard Walintukan baru
bisa ditemukan
sekitar pukul 16.15
Wita.
Pemerintah Kabupaten
Minahasa yang
dipimpin Sekretaris
Daerah, Drs Jan
Soriton DEA beserta
sejumlah pejabat,
sempat turun
kelokasi bersama tim
SAR Minahasa.
Dimana, sejumlah
mobil ambulans serta
tenaga medis juga
langsung diterjunkan
ke TKP. Usai
ditemukan lima
jenasah korban,
dibawa ke Rumah
Sakit Samratulangi
Tondano untuk
diotopsi.
Hingga berita ini
diturunkan, suasana
dukacita mendalam
yang disertai tangis
histeris, masih
meliputi keluarga
serta kerabat dari
kelima korban yang
berada di Desa
Raringis. Tiga
korban telah
dimakamkan kamis
(31/7), sedagkan dua
lainnya dikabarkan
akan segera
dimakamkan jumat
(1/8). |