Main Page

Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

 Berita Sulut: 2 Agustus,  2008

 

Warga Bolsel Masih Terisolir

Korlap Penyapu Longsor Tewas Saat Bertugas

Laporan: Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Belum pupus penderitaan ribuan warga di Kabupaten Bolaang-Mongondouw Selatan (Bolsel), setelah dihantam banjir banding dan tanah longsor. Derita itu kian memuncak saat salah satu petugas penyapu longsor, Yoppy Kolibu (52) yang merupakan staf Dinas PU Sulut, tewas tertimpa tiang listrik dan bongkahan longsoran tanah ketika sedang bertugas di perbatasan Sulut –Gorontalo, Kamis (31/07). Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS), saat melayati korban di rumah duka di desa Sea Malalayang, Jumat (01/08), pun tak kuasa menyembunyikan rasa dukanya yang mendalam.

 

Sebagai seorang PNS, kata SHS, almarhum adalah sosok yang layak diteladani. Dia merupakan pekerja keras, yang siap menjalankan perintah atasannya tanpa harus memandang situasi dan kondisi. Bahkan ketika harus terjun ke lokasi untuk membuka akses jalan yang terputus di Bolsel, perintah itu langsung dikerjakan, meski pun dirinya harus meninggalkan keluarga karena terpaksa harus mengikuti panggilan tugas selama berhari-hari,”ujarnya seperti dikutip Sekretaris Pribadinya Drs Franky Tintingon yang mendampingi saat melayat.

 

Dikatakan, belum hilang dalam ingatan saat rombongan SHS mengunjungi Bolsel, Selasa (28/07) lalu, sulitnya medan memaksa rombongan harus kembali lagi ke Manado saat akan mengunjungi ratusan warga yang terisolir di Kecamatan Pinolosian. Ribuan kubik material dari pegunungan Pinolosian tumpah kemudian memporak-porandakan belasan desa disana. Nah, di lokasi antara desa Deaga-Dumagin itulah, korban mengalami kecelakaan yang kemudian menewaskannya. Diantara lokasi itu, almarhum Yoppy Kolibu, pria kelahiran Kanonang, berusaha sekuat tenaga membantu rombongan SHS agar bisa melewati medan tersebut. Sayang usahanya sia-sia karena keburu malam yang kemudian memaksa rombongan balik ke Manado. Kepergian almarhum memang menyisahkan duka yang mendalam. Yoppy Kolibu dikebumikan pada Sabtu (02/08) di pekuburan Arimatea Kairagi.

 

Sementara itu, Kepala Dinas PU Provinsi Sulut, Ir Alex Wowor, mengatakan, Dinas PU Sulut merasa kehilangan salah satu staf terbaiknya. Untuk itu, pihaknya akan berupaya meringankan beban keluarga, de-ngan memberikan bantuan, yakni mulai dari penjemputan jenazah hingga santunan. Santunan serupa juga diberikan SHS pada keluarga yang ditinggalkan.

 

Disisi lain, sampai saat ini ribuan warga di perbatasan Sulut-Gorontalo masih terisolir. Akses menuju daerah bencana tersebut masih belum terbuka. Kendati demikian, bantuan sandang-pangan bisa didistribusikan melalui laut dengan memakai perahu motor meski tergantung cuaca. “Kalu hujan dan ada badai terpaksa bantuan belum disalurkan sambil menunggu cuaca baik,”terang salah satu warga yang datang melayat korban di Manado. (Baca berita sebelumnya; Jembatan Sepanjang 200 meter Hanyut ke Laut, red).