|
Warga Bolsel Masih Terisolir
Korlap Penyapu Longsor
Tewas Saat Bertugas
Laporan: Budi H Rarumangkay
MANADO, Sulutlink.
Belum pupus penderitaan ribuan warga di Kabupaten
Bolaang-Mongondouw Selatan (Bolsel), setelah dihantam
banjir banding dan tanah longsor. Derita itu kian
memuncak saat salah satu petugas penyapu longsor, Yoppy
Kolibu (52) yang merupakan staf Dinas PU Sulut, tewas
tertimpa tiang listrik dan bongkahan longsoran tanah
ketika sedang bertugas di perbatasan Sulut –Gorontalo,
Kamis (31/07). Gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang
(SHS), saat melayati korban di rumah duka di desa Sea
Malalayang, Jumat (01/08), pun tak kuasa menyembunyikan
rasa dukanya yang mendalam.
Sebagai seorang PNS, kata
SHS, almarhum adalah sosok yang layak diteladani. Dia
merupakan pekerja keras, yang siap menjalankan perintah
atasannya tanpa harus memandang situasi dan kondisi.
Bahkan ketika harus terjun ke lokasi untuk membuka akses
jalan yang terputus di Bolsel, perintah itu langsung
dikerjakan, meski pun dirinya harus meninggalkan
keluarga karena terpaksa harus mengikuti panggilan tugas
selama berhari-hari,”ujarnya seperti dikutip Sekretaris
Pribadinya Drs Franky Tintingon yang mendampingi saat
melayat.
Dikatakan, belum hilang
dalam ingatan saat rombongan SHS mengunjungi Bolsel,
Selasa (28/07) lalu, sulitnya medan memaksa rombongan
harus kembali lagi ke Manado saat akan mengunjungi
ratusan warga yang terisolir di Kecamatan Pinolosian.
Ribuan kubik material dari pegunungan Pinolosian tumpah
kemudian memporak-porandakan belasan desa disana. Nah,
di lokasi antara desa Deaga-Dumagin itulah, korban
mengalami kecelakaan yang kemudian menewaskannya.
Diantara lokasi itu, almarhum Yoppy Kolibu, pria
kelahiran Kanonang, berusaha sekuat tenaga membantu
rombongan SHS agar bisa melewati medan tersebut. Sayang
usahanya sia-sia karena keburu malam yang kemudian
memaksa rombongan balik ke Manado. Kepergian almarhum
memang menyisahkan duka yang mendalam. Yoppy Kolibu
dikebumikan pada Sabtu (02/08) di pekuburan Arimatea
Kairagi.
Sementara itu, Kepala Dinas
PU Provinsi Sulut, Ir Alex Wowor, mengatakan, Dinas PU
Sulut merasa kehilangan salah satu staf terbaiknya.
Untuk itu, pihaknya akan berupaya meringankan beban
keluarga, de-ngan memberikan bantuan, yakni mulai dari
penjemputan jenazah hingga santunan. Santunan serupa
juga diberikan SHS pada keluarga yang ditinggalkan.
Disisi lain, sampai saat ini
ribuan warga di perbatasan Sulut-Gorontalo masih
terisolir. Akses menuju daerah bencana tersebut masih
belum terbuka. Kendati demikian, bantuan sandang-pangan
bisa didistribusikan melalui laut dengan memakai perahu
motor meski tergantung cuaca. “Kalu hujan dan ada badai
terpaksa bantuan belum disalurkan sambil menunggu cuaca
baik,”terang salah satu warga yang datang melayat korban
di Manado. (Baca berita sebelumnya; Jembatan
Sepanjang 200 meter Hanyut ke Laut, red).
|