Main Page

Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

Laporan Khusus, Agustus 06, 2008

Pemungutan Suara Kamis 7 Agustus

Rakyat Mitra Berharap Perubahan dari Pilkada

Laporan Denni Pinontoan

 

Ratahan, Sulutlink. Sejumlah harapan perubahan digantungkan rakyat Minahasa Tenggara (Mitra) terhadap empat pasangan calon bupati dan wakil bupati daerah itu yang akan bertarung memperebutkan suara dari 75.804 pemilih di enam kecamatan pada Kamis (7/8). Sementara siapapun yang bakal menjadi bupati dan wakil bupati periode 2008-2013 Mitra harus bersiap-siap untuk berhadapan dengan berbagai persoalan di daerah itu, antaranya infrastruktur jalan yang kebanyakan rusak parah, sumber daya manusia, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

 

Empat pasang calon bupati dan wakil bupati yang bertarung dalam Pilkada pertama Mitra ini masing-masing Telly Tjanggulung-Jeremia Damongilala (Partai Golkar), Mala Mailangkay-Adri Mokat (PD, PAN, Partai Pelopor ), Frits Wagania-Elvie Watuseke (9 Partai Gabungan) dan Berty Tangel-Nico Usoh (PDIP). Selama kampanye keempat pasangan calon kepala daerah itu telah menyampaikan janjinya untuk membuat perubahan demi kesejahteraan masyarakat Mitra.

 

 

“Yang kami harapkan tentu adalah perubahan. Itu kan kenapa Minahasa Tenggara harus dimekarkan dari Minahasa Selatan. Dan, sebagai orang Mitra, harapan itu tentu ada pada anak daerah,” kata Ronni, salah satu warga Desa Pangu Kecamatan Ratahan yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dan penjual buah salak khas desa itu kepada tim ekpedisi Pantai Selatan Sulutlink Senin (4/8).

 

Kata Roni lagi, salah satu persoalan yang harus segera dicarikan solusinya di Mitra adalah infrastruktur jalan di sejumlah kecamatan yang ada di daerah itu. Dia mencontohkan kondisi jalan yang menghubungkan kecamatan Belang dengan Kecamatan Ratatotok. “Anda lihat sendiri kondisi jalan di wilayah itu. Rusak parah kan. Ini harus menjadi perhatian dari calon bupati dan wakil bupati yang bakal terpilih nanti,” ujarnya.

 

Sementara Syeni, warga Desa Basaan Kecamatan Ratatotok tidak memberikan syarat harus anak daerah. Menurut perempuan yang berprofesi sebagai penjual kebutuhan pokok ini, yang terpenting calon bupati dan wakil bupati yang nantinya akan memimpin Mitra mengerti dengan persoalan masyarakatnya. “Siapapun bisa menjadi bupati dan wakil bupati Mitra. Tapi, yang kami butuhkan adalah kepedulian terhadap keadaan masyarakat Mitra,” ujarnya.

 

Rini, salah satu siswi SMA di Ratahan, Ibu Kota Kabupaten Mitra, berharap, bupati dan wakil bupati definitif Mitra nantinya dapat melakukan perubahan untuk dunia pendidikan di daerah itu. “Sebagai masyarakat Mitra, saya sangat berharap, nantinya pemimpin yang terpilih akan melakukan yang terbaik bagi peningkatan kualitas dunia pendidikan di daerah kami ini. Mudah-mudahan yang mereka kampanyekan dapat dibuktikan ketika menjadi pemimpin daerah ini nanti,” ujar Rini.

 

Soal siapa yang bakal nantinya mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin Mitra, agaknya masih sulit diprediksi. “Masing-masing calon pasangan ini punya keunggulannya masing-masing.  Tambah lagi Pilkada kali ini adalah pengalaman pertama masyarakat Mitra, jadi sulit kita memperkirakan siapa yang bakal menjadi pemenangnya,” ungkap Heldy Rogahang, salah satu tokoh Pemuda Mitra. 

 

Sementara soal persiapan pemungutan suara Kamis (7/8), Senin (4/7), KPUD Minsel sebagai penyelenggara Pilkada telah mendistribusi 163 kotak suara dan kertas suara ke semua kecamatan. Jumlah pemilih tetap dan tambahan mencapai 75.804 jiwa. Ini tersebar di enam kecamatan. Sebanyak 1141 orang petugas KPPS dan 228 orang petugas PPS telah siap menjalankan tugasnya untuk pelaksanaan Pilkada tersebut.