Main Page

Berita

Artikel

Ranomawuri

Makatana

Timountalun

Topik Kawanua

Suara Kawanua

Plakat Kawanua

Profil Kawanua

Cirita Grap

Polling SL

News Link

 

Halaman Berita, Agustus 06, 2008

Bangkitkan Kejayaan Kelapa Sulut Melalui APCC

Laporan : Budi H Rarumangkay

 

MANADO, Sulutlink. Direktur Market Development Officer Asian and Pasific Coconut Community (APCC), Amrizal Idroes mengatakan, kehadiran 15 negara dalam Forum Cocotech Meeting yang diselenggarakan sejak Senin (04/08) hingga Jumat (08/08) di Manado, bakal menjadi salah satu indikator kebangkitan kejayaan Kelapa Sulut, sesuai namanya Bumi Nyiur Melambai.  Hal ini dikatakannya saat pembukaan hajatan ini yang dilaksanakan di Hotel Sedona Kalasey, Senin (08/08).

 

Diungkapkannya, peran aktif gubernur Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam menggalakan produksi perkebunan, khususnya komoditi Kelapa, patut diberi apresiasi. Sebab kata dia, tidak semua kepala daerah memiliki kepedulian yang besar terhadap nasib, dan kelangsungan para petani Kelapa.

 

 “Salah satu poin dipilihnya Sulut sebagai tuan rumah Cocotech Meeting ini, pertama karena Sulut merupakan daerah sentra kelapa. Dan kedua, Sulut merupakan propinsi yang beruntung karena memiliki seorang gubernur yang punya komitmen dan motivasi yang kuat agar masyarakat senantiasa mengandalkan kelapa sebagai produk unggulan yang harus terus dikembangkan,”kata Amrizal. Dia menambahkan bahwa momen APCC ini diharapkan akan memacu semangat petani maupun pelaku usaha, terutama dalam menerapkan technologi processing.

 

Momentum ini juga katanya, diharapkan mampu meningkatkan interest para investor untuk meningkatkan pembelian. Meskipun terkait hal ini, Indonesia masih terganjal dengan sejumlah birokrasi dan regulasi yang masih tumpang tindih.

 

Disisi lain, Minister of Nation and Coconut Development Sri Lanka, Mr Salinda Dissanayaka, mengatakan agar pertemuan yang dilakukan selang dua tahun sekali ini, mampu menjawab semua permasalahan kelapa yang dihadapi oleh negara-negara penghasil kelapa, dari lima belas negara masing-masing Mikronesia, Fiji, India, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Solomon Island, Vietnam, Marshall Island, Papua New Guinea, Samoa dan Vanuatu.

 

Gubernur Sulut SHS, dalam sambutannya mengatakan melalui Cocotech Meeting ini, para petani kelapa Sulut semakin inovatif, terutama dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi baru, yang disesuaikan dengan teknologi tepat guna. Dalam kesempatan itu juga, SHS yang tampil sebagai keynote speaker mengundang secara resmi para peserta untuk dapat hadir dalam pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) pada tahun 2009 mendatang.