|
Bangkitkan Kejayaan Kelapa Sulut Melalui
APCC
Laporan : Budi H Rarumangkay
MANADO,
Sulutlink. Direktur Market
Development Officer Asian and Pasific Coconut Community (APCC),
Amrizal Idroes mengatakan, kehadiran 15 negara dalam Forum
Cocotech Meeting yang diselenggarakan sejak Senin (04/08)
hingga Jumat (08/08) di Manado, bakal menjadi salah satu
indikator kebangkitan kejayaan Kelapa Sulut, sesuai namanya
Bumi Nyiur Melambai. Hal ini dikatakannya saat pembukaan
hajatan ini yang dilaksanakan di Hotel Sedona Kalasey, Senin
(08/08).
Diungkapkannya, peran aktif gubernur Drs
Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam menggalakan produksi
perkebunan, khususnya komoditi Kelapa, patut diberi
apresiasi. Sebab kata dia, tidak semua kepala daerah
memiliki kepedulian yang besar terhadap nasib, dan
kelangsungan para petani Kelapa.
“Salah
satu poin dipilihnya Sulut sebagai tuan rumah Cocotech
Meeting ini, pertama karena Sulut merupakan daerah sentra
kelapa. Dan kedua, Sulut merupakan propinsi yang beruntung
karena memiliki seorang gubernur yang punya komitmen dan
motivasi yang kuat agar masyarakat senantiasa mengandalkan
kelapa sebagai produk unggulan yang harus terus
dikembangkan,”kata Amrizal. Dia menambahkan bahwa momen APCC
ini diharapkan akan memacu semangat petani maupun pelaku
usaha, terutama dalam menerapkan technologi
processing.
Momentum ini juga katanya, diharapkan mampu
meningkatkan interest para investor untuk meningkatkan
pembelian. Meskipun terkait hal ini, Indonesia masih
terganjal dengan sejumlah birokrasi dan regulasi yang masih
tumpang tindih.
Disisi lain, Minister of Nation and Coconut
Development Sri Lanka, Mr Salinda Dissanayaka, mengatakan
agar pertemuan yang dilakukan selang dua tahun sekali ini,
mampu menjawab semua permasalahan kelapa yang dihadapi oleh
negara-negara penghasil kelapa, dari lima belas negara
masing-masing Mikronesia, Fiji, India, Indonesia, Kiribati,
Malaysia, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Solomon Island,
Vietnam, Marshall Island, Papua New Guinea, Samoa dan
Vanuatu.
Gubernur Sulut SHS, dalam sambutannya
mengatakan melalui Cocotech Meeting ini, para petani kelapa
Sulut semakin inovatif, terutama dalam mengembangkan dan
menerapkan teknologi baru, yang disesuaikan dengan teknologi
tepat guna. Dalam kesempatan itu juga, SHS yang tampil
sebagai keynote speaker mengundang secara resmi para peserta
untuk dapat hadir dalam pelaksanaan World Ocean Conference (WOC)
pada tahun 2009 mendatang.
|