Main Page

Halaman Berita,  8 Agustus, 2008

Sibuk Berjuang Untuk Kepentingan Parpol

Legislator Manguni Dinilai Tak Sehati Bela Kepentingan Rakyat

Laporan Rikson Karudeng

 

Tondano, Sulutlink- Keretakan hubungan sejumlah personel Dewan Kabupaten (Dekab) Minahasa, yang ditandai dengan aksi tuding-menuding antar para wakil rakyat di gedung Manguni tersebut, mulai menjadi sorotan warga Minahasa. Pasalnya, keberadaan para legislator di Dekab adalah representasi masyarakat dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan apapun.

 

Namun yang terjadi di Dekab Minahasa, justru bertentangan dengan apa yang diinginkan masyarakat. Para wakil rakyat, dinilai menjadi representasi politik oleh partai-partai yang mengusung mereka. “Sekarang ini, para legislator di Dekab Minahasa, lebih memperjuangkan kepentingan partai mereka masing-masing, dan mengabaikan kepentingan rakyat. Lia jo dorang, lebe suka baku kritik dorang pe kepentingan partai daripada baku kritik dorang pe perjuangan untuk rakyat,” ujar salah seorang warga Kecamatan Kawangkoan.

 

Lembaga Pemantau Pemerintahan, Politik dan Kemasyarakatan (LP3K) melalui Ketua dan Sekretarisnya, Ferrol Warouw ST dan Donny Rumagit SP membenarkan opini masyarakat terhadap legislator ini. Menurut mereka, para wakil rakyat yang duduk di dewan memang cenderung memperjuangkan kepentingan partai di atas kepentingan rakyat. Dimana kepentingan partai seringkali cenderung lebih berpihak pada pihak-pihak atau pribadi yang ada di dalam partai tersebut. “Jadi istilahnya, kepentingan rakyat ditempatkan di nomor sekian, dimana kepentingan Parpol lebih diutamakan untuk memuluskan kepentingan pribadi yang berkecimpung dalam parpol tersebut” ujar mereka kepada Sulutlink, Kamis (7/8) .

 

Untuk itu, dua tokoh generasi muda di Minahasa ini meminta, agar menjelang Pemilu ini, masyarakat lebih awas dan selektif dalam menilai dan menetapakan serta memilih calon yang akan mereka utus ke dewan. “Jangan sampai salah pilih,” tandas mereka. “Jangan sampai memilih wakil rakyat yang cuma datang, duduk, diam atau juga wakil rakyat yang cuma jago kritik tapi tak punya action untuk solusi,” tambah Warouw dan Rumagit.

 

Di dewan Minahasa sendiri, sebagaimana sering diberitakan, aksi tuding-menuding yang terkesan saling membusukan antara satu legislator dengan lainnya bukan hal yang aneh. Apalgi jika para wakil rakyat tersebut berlatar belakang parpol yang berbeda. Dipastikan mereka akan berjuang mati-matian untuk kepentingan partainya