|
Polisi Amankan 12 Warga
Mitra Tersangka Pelaku
Kerusuhan Pilkada Mitra
Kerusuhan Terjadi Karena
Aparat Lamban Lakukan
Antisipasi
Laporan Denni Pinontoan
Ratahan, Sulutlink.
Sedikitnya 12 oknum
tersangkan aksi demo
yang berbuntut tidakan
pengrusakan dalam
Pilkada Mitra diamankan
Polres
Minahasa Selatan
Minggu (10/8). Ke 12
oknum tersebut
disinyalir melakukan
pengrusakan Sekretariat
Partai Golkar, 5 unit
bobil, ratusan rumah
serta rumah dan mobil
Calon Wakil
Bupati Djermia
Damongilala.
Kapolres Minsel AKBP
Agus Kurtubi melalui
Kasat Reskrim AKP Iwan
Permadi, kepada wartawan
mengatakan, sampai
Minggu (10/8) sudah ada
sekitar 12 orang yang
diduga terlibat
perusakan dalam aksi itu
diamankan pihak
kepolisian. Para
tersangka dijemput di
rumah masing-masing.
Mereka yang tertangkap
10 adalah warga Tombatu
sementara sisanya atau 2
tersangka lain tinggal
di Ratahan. Menurutnya
Polres belum bisa
membeberkan identitas
para pelaku karena
sampai saat ini pihak
kepolisian masih terus
memburu tersangka
lainnya. “Saat ini sudah
ada 12 yang diamankan,
dan kemungkinan besar
tersangka akan bertambah,”
ujarnya lagi.
Untuk mengantisipasi
terjadi aksi serupa,
ratusan personil polisi
di sebar di Kecamatan
Ratahan dan Kecamatan
Tombatu. Kabag Ops AKP A
Kaminag, SE kepada
wartawan, saat ini
situasi sudah terkendali.
Namun demikian Polres
masih melakukan siaga
dengan menempatkan
sekitar 163 personil di
Ratahan dan 63 personil
polres Minsel di
Kecamatan Tombatu.
Selain itu sejumlah
anggota melakukan
patroli dengan mobil
Dalmas, yang juga
dibantu oleh ratusan
anggota Dalmas Polres
Minahasa.
Karena Aparat Kepolisian
Lamban
Penyebab terjadinya
tindakan anarkis dari
sejumlah warga Mitra
yang kecewa dengan
kekalahan calon Bupati
dan Wakil Bupati yang
mereka usung, diduga
karena langka antisipasi
yang dilakukan oleh
pihak Polres Minsel
tidak berjalan baik.
Padahal saat perhitungan
dan pasca perhitungan
suara, indikasi bakal
ada aksi demo yang
bernuntut pada tindakan
anarkis mulai terlihat.
Masing-masing pendukung
baik yang memperoleh
suara teratas dan
sejumlah pendukung calon
bupati dan Cawabub yang
kalah sudah mengglar
konvoi di ruas jalan.
“Indikasi terjadi demo
anarkis saat perhitungan
suara,” ujar salah satu
tokoh pemuda Mitra.
Namun Polres Minsel
sendiri terkesan tidak
melakukan langka
antisipasi sehingga
kewalahan mengatasi aksi
demo yang berbuntut
pengrusakan. Tokoh
pemuda yang meminta
namanya tidak disebutkan
menambahkan, selain
pengamanan, disinyalir
dana untuk pengamanan
sendiri sangat minim,
sehingga kinerja polres
Minsel untuk melakukan
pengamanan tidak
berjalan lancar.
Penjabat Bupati Mitra
Drs Albert Pontoh
melalui Kabag
Humas Drs J Suoth,
saat dikonfirmasi
menjelaskan, memang
untuk dana Pilkada Mitra
sangat Minim. Namun
demikian untuk dana
Pengamanan, sebelumnya
sudah dibahas dalam
rapat Muspida Kabupaten
Mitra sebelum Pilkada.
Saat itu semua persoalan
sudah diselesaikan dalam
rapat Tingkat Muspida
yang juga di Hadiri oleh
Kapolres Minsel. “Dana
pengamanan memamng
diprioritaskan,” ujarnya.
Kabag Ops Polres Minsel
AKP A Kaminang saat
dikonfirmasi wartawan,
menjelaskan untuk saat
ini dirinya hanya
mengatur posisi anggota
untuk pengamanan. “Kalau
soal dana pengamanan
sebainya langsung saja
kepada pak Kpolres,”
ujarnya.
|