Main Page

Halaman Berita,  11 Agustus, 2008

 

Polisi Amankan 12 Warga Mitra Tersangka Pelaku Kerusuhan Pilkada Mitra

Kerusuhan Terjadi Karena Aparat Lamban Lakukan Antisipasi

Laporan Denni Pinontoan

 

Ratahan, Sulutlink. Sedikitnya 12 oknum tersangkan aksi demo yang berbuntut tidakan pengrusakan dalam Pilkada Mitra diamankan Polres Minahasa Selatan Minggu (10/8). Ke 12 oknum tersebut disinyalir melakukan pengrusakan Sekretariat Partai Golkar, 5 unit bobil, ratusan rumah serta rumah dan mobil Calon Wakil Bupati Djermia Damongilala.

 

Kapolres Minsel AKBP Agus Kurtubi melalui Kasat Reskrim AKP Iwan Permadi, kepada wartawan mengatakan, sampai Minggu (10/8) sudah ada sekitar 12 orang yang diduga terlibat perusakan dalam aksi itu diamankan pihak kepolisian. Para tersangka dijemput di rumah masing-masing. Mereka yang tertangkap 10 adalah warga Tombatu sementara sisanya atau 2 tersangka lain tinggal di Ratahan. Menurutnya Polres belum bisa membeberkan identitas para pelaku karena sampai saat ini pihak kepolisian masih terus memburu tersangka lainnya. “Saat ini sudah ada 12 yang diamankan, dan kemungkinan besar tersangka akan bertambah,” ujarnya lagi.

 

Untuk mengantisipasi terjadi aksi serupa, ratusan personil polisi di sebar di Kecamatan Ratahan dan Kecamatan Tombatu. Kabag Ops AKP A Kaminag, SE kepada wartawan, saat ini situasi sudah terkendali. Namun demikian Polres masih melakukan siaga dengan menempatkan sekitar 163 personil di Ratahan dan 63 personil polres Minsel di Kecamatan Tombatu. Selain itu sejumlah anggota melakukan patroli dengan mobil Dalmas, yang juga dibantu oleh ratusan anggota Dalmas Polres Minahasa.

 

Karena Aparat Kepolisian Lamban

Penyebab terjadinya tindakan anarkis dari sejumlah warga Mitra yang kecewa dengan kekalahan calon Bupati dan Wakil Bupati yang mereka usung, diduga karena langka antisipasi yang dilakukan oleh pihak Polres Minsel tidak berjalan baik. Padahal saat perhitungan dan pasca perhitungan suara, indikasi bakal ada aksi demo yang bernuntut pada tindakan anarkis mulai terlihat. Masing-masing pendukung baik yang memperoleh suara teratas dan sejumlah pendukung calon bupati dan Cawabub yang kalah sudah mengglar konvoi di ruas jalan. “Indikasi terjadi demo anarkis saat perhitungan suara,” ujar salah satu tokoh pemuda Mitra.

 

Namun Polres Minsel sendiri terkesan tidak melakukan langka antisipasi sehingga kewalahan mengatasi aksi demo yang berbuntut pengrusakan. Tokoh pemuda yang meminta namanya tidak disebutkan menambahkan, selain pengamanan, disinyalir dana untuk pengamanan sendiri sangat minim, sehingga kinerja polres Minsel untuk melakukan pengamanan tidak berjalan lancar.

 

Penjabat Bupati Mitra Drs Albert Pontoh melalui Kabag Humas Drs J Suoth, saat dikonfirmasi menjelaskan, memang untuk dana Pilkada Mitra sangat Minim. Namun demikian untuk dana Pengamanan, sebelumnya sudah dibahas dalam rapat Muspida Kabupaten Mitra sebelum Pilkada. Saat itu semua persoalan sudah diselesaikan dalam rapat Tingkat Muspida yang juga di Hadiri oleh Kapolres Minsel. “Dana pengamanan memamng diprioritaskan,” ujarnya.

 

Kabag Ops Polres Minsel AKP A Kaminang saat dikonfirmasi wartawan, menjelaskan untuk saat ini dirinya hanya mengatur posisi anggota untuk pengamanan. “Kalau soal dana pengamanan sebainya langsung saja kepada pak Kpolres,” ujarnya.