BPJAMSOSTEK DORONG KEPESERTAAN APARAT DESA-NON ASN KEPULAUAN SULUT

Manado, Sulutlink.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) mendorong kepesertaan aparat desa, aparat lingkungan dan non Aparatur Sipil negara (ASN) di wilayah kepulauan Provinsi Sulawesi Utara.

“Kabupaten Kepulauan di Sulut ada tiga yakni Sitaro, Sangihe dan Talaud, yang masih dalam penjajakan untuk kepesertaan paratur desa dan Non ASN,” kata Kepala BPJamsostek Cabang Manado Hendrayanto di Manado, Rabu.

Hendrayanto mengatakan pihaknya terus melakukan pertemuan dengan kepala daerah maupun instansi terkait, sehingga mereka lebih memahami manfaat dan keuntungan menjadi peserta BPjamsostek.

“Sosialisasi dan edukasi terus kami lakukan,” katanya.

Dia menjelaskan adapun fasilitas yang didapat bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan pekerja diantaranya jaminan kecelakaan kerja (JKK) meliputi pembiayaan transport ke rumah sakit, biaya pengobatan, biaya istirahat selama sakit, santunan cacat dan santunan kematian.

“Selain itu juga, peserta juga mendapatkan jaminan kematian (JKM) mulai dari biaya pemakaman, uang santunan Rp42 juta, santunan berkala selama dua tahun serta beasiswa untuk satu anak yang ditinggalkan,” jelasnya.

Tidak hanya jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian tapi peserta program BPJS Ketenagakerjaan pekerja bukan penerima upah dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan program jaminan hari tua (JHT).

“Kami terus menyosialisasikan jaminan sosial kepada kepala daerah di 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sulut agar melindungi semua tenaga kerjanya,” katanya.

Pihaknya akan fokus ke kepala daerah 15 kabupaten dan kota di Sulut, untuk menyasar pegawai non aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerja pemerintah masing-masing agar dilindungi juga.

Beberapa kabupaten yang telah mendaftarkan aparatur desanya yakni Minut, Minsel, Minahsa, Mitra, Bolmong, Bolsel, Boltim, Bolmut, Kotamobagu.

Untuk nonASN yakni Pemprov Sulut, Manado, Bitung, Minut, Minsel, Minahasa, Tomohon, Mitra, Bolmong, Kotamobagu.

Dari keseluruhan Non ASN di Sulut yang terdaftar baru sekitar 21.765 pekerja dan aparatur desa sebanyak 16.922 pekerja serta aparatur lingkungan sebanyak 2.230 orang.

“Kami berharap tahun 2020 ini, semua bisa mendapatkan perlindungan, dengan iuran yang kecil namun manfaatnya cukup besar,” jelasnya.

(ANT/Ryn)

You must be logged in to post a comment Login