BPTD Wilayah XXII Sulut Gelar Rakor Sosialisasi Pencegahan Lakalantas

Pemprov, Sulutlink.com – Sekalipun masyarakat sulut masih menikmati liburan, namun bagi skpd dibebrapa kementerian dan staekholder diantaranya Kementerian Perhubungan khususnya BPTD Wil. XXII Sulut, atas Instruksi Menteri Perhubungan RI, terkait peristiwa Kecelakaan Bus Sriwijaya yang jatuh ke Sungai Lemtang Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), proaktif menindaklanjutinya dan pentingnya informasi harus segera disampaikan melalui penyebarluasan untuk tidak terjadi lagi di daerah lainnya. Maka digelar Rakor Sosialisasi Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas), bertempat di Grand Kawanua Hotel Novotel pada Jumat (27/12/2019)

“Jelaslah bahwa rakor yang dilaksanakan saat ini atas instruksi Menteri Perhubungan RI harus semua serba dengan cepat tanggap bagi daerah lain termasuk Provinsi Sulawesi Utara pasca bencana kecelakaan Bus yang telah mengakibatkan puluhan penumpang meninggal dunia dan beberapa korban mengalamai luka-luka parah.

Hal tersebut mendapat perhatian serius pihak Kementerian Perhubungan RI dalam hal ini Dirjen Perhubungan Darat,” kata Kepala BPTD Sulut, Renhard Ronald, S. SiT, MT ketika diwawancara media Sulutlink.com usai rakor.

Oleh karen itu melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Se – Indonesia, melaksanakan Rapat Koordinasi Pencegahan Kecelakaan Lalulintas,”jelas Renhard

Turut hadir dalam rakor, Kepala Dinas Perhubungan Sulut Lynda Watania, Kepala-kepala Dinas Perhubungan Se Kabupaten/kota, Dirlantas Polda Sulut, Perusahaan Damri dan Perusahaan Angkutan serta Jasaraharja.

“Dimaklumi, semua serba mendadak dan langkah cepat untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kecelakaan seperti di sumatra. Jadi ini penting untuk koordinasi semua steak holder yang berkaitan dengan transportasi darat,”kata Renhard.

Lanjut ditambahkan Renhard, bahwa semua pihak akan melakukan pemeriksaan kembali seluruh kendaraan angkutan, dimana penting adanya tindakan mitigasi meski kami sejak lama secara rutin disemua terminal telah melakukan ramcek apalagi saat menjelang hari raya natal dan tahun baru,”harap Rendhard.

Pihaknya mengingatkan, perlunya ketersediaan kelengkapan dalam rangka menunjang optimalisasi jalur transportasi jalan seperti tol manado – bitung.

“Dari hasil pantauan pihak terkait ditemui sesuai hasil pemeriksaan maka masih perlu dilengkapi sarana lainnya guna maksimalisasi mitigasi, dan jangan sampai jalan tol berakibat berbahaya, nanti ada korban lagi, apalagi menurutnya bahwa setelah berkeliling daerah Bitung, didapatinya dijalan-jalan raya Manado Bitung terdapat benda-benda yang terparkir ilegal dipinggiran jalan, sopir-sopir pengendara bus pariwisata pada istirahat dibawah pohon, perlu perhatian resting area yang layak, kalau bisa ada dua resting area dipintu masuk Manado dan di pintu masuk Kota Bitung, dan masih banyak lagi perlu dibenahi oleh Pihak Dinas perhubungan dimasing-masing kabupaten/kota, serta pentingnya koordinasi antar dinas perhubungan di kabupatan/kota,”himbau Rendhard.

Pihaknya mengambil sampel, seperti kendaraan berat, nantinya akan dipasangkan pemantul cahaya sehingga bisa terlihat dari jauh. Bahkan sesuai peraturan menteri dalam Sistim Manajemen Keselamatan (SMK) bahwa setiap perusahaan transportasi terkait mitigasi keselamatan. Perusahaan harus ada Sistim Manajemen Keselamatan (SMK),”pungkas Rendhard. (rel)-redaksi2Supit

You must be logged in to post a comment Login