Bridge Ramaikan Iven Pariwisata Sulut 2019

Panpel Bridge Manado Fiesta sedang mengadakan rapat yang dipimpin oleh Ketuanya paling kiri

Oleh : Bert Toar Polii

Olahraga Bridge berkolaborasi dengan iven Pariwisata terjadi di Manado dan Tomohon. Seperti kita tahu bersama, pada bulan Juli dan Agustus 2019, di Manado dan Tomohon akan digelar dua event pariwisata yang sudah menjadi kalender pariwisata Indonesia.

Tepatnya pada tanggal 28 Juli – 3 Agustus akan digelar Festival Manado Fiesta dengan konsep dalam Festival Manado Fiesta 7F, Fisco, Fair, Food, Fashion, Funtastic, Flying dan Fait.

Untuk jelasnya, penulis kutip pernyataan dari Ketua Panpel Festival Manado Fiesta, “Selama ini, acara seperti Manado Fiesta selalu dilaksanakan pada siang hari. Sementara, festival atau carnaval lainnya di Provinsi Sulawesi Utara juga dilaksanakan siang. Kenapa Manado Fiesta tidak kita buat berbeda, kita pindahkan waktunya jadi malam hari. Kita akan memanfaatkan teknologi untuk lightingnya,” ujar Coreta Kapoyos.

Diakuinya, hal tersebut terinspirasi dari carnaval serupa yang telah dilaksanakan di Brazil, dimana nuansa carnaval dan fiesta sangat terasa, terutama oleh masyarakatnya.

“Ini pesta rakyat. Jadi bukan hanya acaranya yang kita pikirkan, tapi bagaimana masyarakat bisa merasakan itu, bisa berdampak ke masyarakat,” kata Coreta Kapoyos

Selanjutnya pada tanggal 4-12 Agustus akan digelar Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019 atau Festival Bunga Internasional Tomohon.

Festival, Turnamen Bunga (atau Parade Bunga) dan Karnaval Busana Bunga akan melewati jalan-jalan utama di jantung kota Tomohon pada tanggal 7 Agustus 2019. Parade ini akan menampilkan kendaraan hias dan aromatik yang megah yang disajikan oleh kabupaten-kabupaten di Sulawesi Utara, perusahaan besar dan provinsi peserta dari seluruh Indonesia, serta negara peserta lainnya. Sebuah Pameran Pariwisata, Perdagangan, Investasi, dan Florikultura, dan Pertunjukan Seni dan Budaya Nusantara juga akan diadakan di Stadion Babe Palar yang pasti akan menarik perhatian ribuan orang.

Tomohon adalah kota yang indah dan sejuk yang terletak di kaki dua gunung besar, Gunung Lokon dan Gunung Mahawu, terletak hanya satu jam perjalanan dari Manado, ibukota dan gerbang ke Sulawesi Utara. Produk utamanya adalah bunga, dari krisan kuning dan putih cerah hingga dahlia merah dan ungu, bunga lili wistful dan bunga cerah dan berwarna-warni lainnya yang ditanam tidak hanya di petak besar tetapi juga di kebun di sepanjang jalan utama. Ketika mekar penuh bunga-bunga ini menghiasi seluruh kota.

Tomohon juga dikelilingi oleh keajaiban alam yang tak terhitung jumlahnya karena terletak dilindungi oleh banyak gunung hijau seperti Gunung Lokon, Empung, Tatawiran, Mahawu, Tampusu, Masarang, dan Kasuratan. Di sini juga ada danau yang damai dan tenang untuk berjalan-jalan, seperti Danau Tampusu, Danau Linow, Danau Pangolombian, Danau Sineleyan, Danau Panunuzaean, Danau Linow Oki, dan Danau Kasewean. Sementara bagi mereka yang ingin mendengar deras air terjun yang menyegarkan, sebaiknya pergi ke Tapahan Ronokrok, Tumimperas, Regesan, Ranowawa, Tekaan Telu, Kanderawatu, dan Kinapesutan. Pada kedua acara ini akan ditambahkan satu event, yaitu Turnamen Bridge.

Pada tanggal 1-3 Agustus akan digelar Manado Fiesta Bridge Tournamen yang rencananya di Hotel Gran Puri dan dilanjutkan dengan Tomohon Internasoinal Flower Festival Bridge Tournament pada tanggal 4-7 Agustus di gedung olahraga Babe Palar Manado.

Menyesuaikan dengan konsep acara Festival Manado Fiesta, Tournament Bridge hanya digelar siang hari untuk memberikan kesempatan kepada para pemain bridge yang ikut bertanding untuk larut dengan masyarakat menikmati festival di malam hari, demikian diungkapkan Ketua Panpel Anastasya Chacha Manoppo.

Hal lain diungkapkan Ketua Panpel TIFF International Bridge Tournament, Drs. Florensianus Ventje Karundeng tentang terpilihnya olahraga bridge untuk digabungkan dengan TIFF. Menurutnya selain prestasi bridge sudah mendunia, yang paling utama adalah bridge di Indonesia sudah identic dengan orang Manado.

Dua maestro bridge yang sudah meraih gelar tertinggi dari cabang olahraga bridge adalah atlet kawanua, Henky Lasut dan Eddy Manoppo. Mereka berhasil meraih gelar Grand Master Senior setelah menjadi juara dunia pasangan senior tahun 2014 di Sanya, China.

Dukungan penuh juga disampaikan Ketua Panpel TIFF 2019, Angelica Tengker yang langsung menyatakan siap membantu untuk mengundang peserta dari luar negeri. Angelica Tengker yang juga sebagai Ketua KKK sempat menyumbangkan piala untuk diperebutkan dalam turnamen bridge di Kampus Ami/Asmi Jakarta.

You must be logged in to post a comment Login