BSG GANDENG FINTECH TINGKATKAN KREDIT PRODUKTIF

Manado, Sulutlink.com – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menggandeng financial technology/fintech dalam meningkatkan kredit produktif.

“Fintech Investree, Adakami, Fintag, Akseleran melakukan MoU dengan Bank SulutGo, sehingga mampu menjangkau pembiayaan sampai pada pelaku usaha mikro,” kata Direktur Operasional Bank SulutGo Welan Palilingan di Manado, Jumat.

Welan mengatakan saat ini harus diakui pembiayaan Bank SulutGo di sektor produktif belum mencapai 20 persen, diharapkan dengan MoU dengan beberapa fintech ini, akan mampu meningkatkan kredit produktif.

“Sesuai aturan OJK, ada ketentuannya bank harus menyalurkan kredit produktif,” katanya.

Perbankan memiliki kewajiban untuk menyalurkan kredit produktif. Bank umum kegiatan usaha (BUKU) I paling rendah 55 persen dari total kredit. BUKU II 60 persen dari total kredit. BUKU III 65 persen dan BUKU IV paling rendah 70 persen.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan dalam acara Festival Fintech 2019 tersebut, sejumlah perusahaan fintech lending anggota AFPI melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah perusahaan.

Di antaranya Investree, Adakami, Fintag dengan Bank Sulutgo. Kemudian Fintag, KTA Kilat dengan Bank NTT, Amartha dengan Bank Jateng, Gandengtangan dengan Bank Sulselbar, Crowde dengan Bank BJB dan Pintek dengan Bank DKI.

“Dengan semakin banyak anggota AFPI yang melakukan kerja sama dengan bank daerah, diharapkan mempercepat akses pembiayaan bagi masyarakat di seluruh daerah di Tanah Air,” jelasnya.

Melalui fintech lending, diharapkan pendanaan usaha makin menjangkau masyarakat bawah khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah/UMKM) dengan lebih cepat dan mudah,” ucap Tumbur.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 25 Juni 2019, tercatat 113 penyelenggara fintech P2P lending yang terdaftar di OJK.

Hingga Mei 2019, penyaluran pinjaman secara nasional tercatat Rp 41,03 triliun atau meningkat 81,06 persen dibanding tahun lalu, dengan penyaluran di Sulawesi Utara sebesar Rp332,49 miliar atau 0,81 persen dari total nasional.

Rekening lender tercatat 480.262 entitas atau naik 131,44 persen dibanding tahun lalu dengan Sulawesi Utara 2.241 entitas. Adapun rekening borrower tercatat 3.750.425 entitas, meningkat 100,72 persen dari tahun lalu dengan Sulawesi Utara tercatat 124.612 entitas. (ANT/Ryn)

You must be logged in to post a comment Login