Kisah Sonya, LGBT Yang Menjadi Pelayan Tuhan

Pdt. Sonya Lawalata, S.Th. MA
Pdt. Sonya Lawalata, S.Th. MA

Sulutlink.Com, Manado  Kisah perjalanan hidup Pdt. Sonya Lawalata, S.Th. MA, sungguh membuka mata kita semua betapa kelamnya kehidupan seorang LGBT  (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) dan kemudian berubah menjadi seorang yang mau melayani Tuhan.

Pdt. Sonya yang dibesarkan di Manado dari keluarga campuran Maluku –  Sangihe ini, memberi kesaksian hidup  bagai mana ia terjerumus di dunia gelap – gemerlap LGBT hingga 14  tahun lamanya kemudian sadar dan bertobat.

Kehidupan gelap dijalaninya mulai Tahun 1979 hingga Tahun 1999 yang berawal dari kekecewaan terhadap kandasnya rumah tangga yang dibangun bersama suami tercinta.

Kemudian mulai masuk pada pergaulan bebas, dan hidup bersama dengan sesama jenis, bahkan berbagai jenis obat terlarang pernah dikonsumsinya, sampai mengukir (menggores)  badan sendiri dengan pisau untuk sekedar bersenang -senang bersama kelompoknya LGBT.

Singkat cerita,  kehidupan liarnya berakhir dalam sebuah saluran pembuangan air limbah di Kota Batam, karena dipukuli hingga tengkorak kepalanya retak akibat mabuk dan dibuang di selokan air karena dikira telah mati.

Dari selokan air inilah,  kemudian membuat Sonya Lawalata sadar bahwa Tuhan masih beri kesempatan dia untuk hidup,  dan akhirnya mengambil keputusan meninggalkan semua kehidupan yang dijalaninya selama ini.

Sejak itulah, Sonya mulai menyebut nama Tuhan dan rajin beribadah, hingga mengambil keputusan untuk dibabtis menerima Yesus Kristus pada April Tahun 2000.  Kemudian disekolahkan oleh Gereja Tiberias dan selesaikan Srata Satu (S1) Theologia hingga bergelar MA.

Intinya menurut Pdt. Sonya, kemauan hati untuk mengambil keputusan secara sungguh – sungguh mau meninggalkan kehidupan LGBT,  yang penuh ilusi dan kesenangan sesaat saja, sambil Doa dengan sungguh kepada Yesus Kristus. (Jansen)

 

You must be logged in to post a comment Login