Di Duga Ada Pulau Di Perjual Belikan Di Minut

Minut – Sulutlink.com.Ketua DPD LSM BADAI Sulut Yoppy Wawoh memintakan kepada instansi hukum terkait baik Kapolda Sulut maupun Kapolres Minut demi menjunjung tinggi Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia saya mintakan periksa dan tangkap pembeli dan penjual pantai yang masuk dalam Wilayah Sepadan Pantai

Sesuai UU No 51 Tahun 2016 sangat jelas bahwa Wilayah Sepadan Pantai minimal 100 meter dari pecahan ombak ketika air pasang dan itu masuk dalam Wilayah Maritim.

Namun sangat disayangkan melalui temuan langsung Wilayah Sepadan Pantai tersebut di perjual belikan.

Buktinya Wilayah Sepadan Pantai yang di tempati oleh warga ex pengungsi Halmahera dan sekitarnya sejak Tahun 2000 di Desa Makalisung Jaga VI Kecamatan Kema Minut.

Zona tepi pantai itu tiba-tiba di klaim oleh salah satu perusahaan bonavid bahwa Wilayah Sepadan Pantai itu adalah milik mereka, sehingga warg yang tinggal menetap baik pribumi maupun ex pengungsi yang telah miliki KTP sebagai warga Desa Makalisung akan dikeluarkan oleh Perusahaan tersebut (PT Cakra Guna Darma Eka).

Melalui penyanpaian masyarkat bahwa PT Cakra Guna Darma Eka sudah sempat memadang Plang yang bertuliskan : Tanah ini milik dari PT Cakra Guna Darma Eka sesuai Sertifikat Hak Milik no 122,123,124 yang sudah terdaftar di kantor BPN-RI Kab Minut.
Ketika temuan ini dikonfirmasikan oleh Wartawan kepada PT Cakra Guna Darma Eka melalui ibu Jein Laluyan mengatakan kepada Wartawan bahwa memang benar Wilayah Sepadan Pantai tersebut sudah menjadi milik PT Cakra Guna Darma Eka sesuai Sertifikat Hak Milik yang telah terdaftar di Kantor BPN RI Kabupaten Minut.

Temuan tersebut langsung dikonfirmasikan kepada Kepala Kantor BPN RI Kab Minut bpk Sammy Dondokambey mengatakan kepada Wartawan bahwa tidak ada aturan perundang-undangan yang mengijinkan Wilayah Sepadan Pantai tersebut memiliki Sertifikat Hak Milik.(HanTam)

You must be logged in to post a comment Login