Dinkes Boltim : Warga Waspada Penyakit Rabies

rabiesPenyakit anjing gila (rabies) kian mengancam warga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Berdasarkan data tahun lalu, sedikitnya kasus rabies mencapai 62 gigitan. Sedangkan tahun ini, kurang lebih 100 kasus. Untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap rabies.

Menurut Kepala Dinkes melalui Petugas Pemegang Rabies dan Penyakit Tidak Menular, Novita Hala, rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat. Penyebabnya virus yang dapat mengakibatkan kematian.

“Penularan rabies pada manusia atau hewan, terjadi melalui gigitan hewan,” kata Hala di sela-sela sosialisasi ketrampilan pemuda, baru-baru ini.

Dijelaskannya, gejala rabies pada hewan, timbul masa tunas (Inkubasi) sekitar 3-6 minggu setelah gigitan. Sedangkan rabies pada manusia sekitar 2-8 minggu.

Masa tunas lanjut Novita, tergantung dari parah tidaknya luka gigitan. Jauh dekatnya luka dengan susunan saraf pusat. Banyaknya saraf pada luka gigitan. Jumlah virus yang masuk ke dalam luka gigitan serta banyaknya luka.

Dirinya mengingatkan, apabila ditemukan adanya gigitan anjing maupun kucing, warga hendaknya cepat melapor ke Puskesmas terdekat.

“Sekarang ini masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang rabies. Untuk itu, ketika ditemukan ada warga yang digigit anjing, segeralah melapor agar mendapat suntikan vaksin anti rabies,” tutupnya.

You must be logged in to post a comment Login