Dominan Anak Terlantar Diterima Panti Ini, 30 Anak 30 Karakter

Manado, Sulutlink.com – Salah satu institusi social yang memberikan pelayanan kemanusiaan yang ada di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, adalah Panti RAPI yang dikelola Yayasan RAPI Manado. Panti Asuhan ini didirikan pada Tahun 1950 di Paal II Manado, dan sekarang berpindah lokasi dan beroperasi di Bailang, Kecamatan Bunaken Manado. Ternyata kebanyakan anak-anak yang dibina di Panti Asuhan tersebut adalah mereka yang terlantar.

 

Hal ini diungkapkan Ketua Yayasan RAPI Jimmy Laloan, pada Minggu (17/3) siang, saat menerima kunjungan dari Pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Rumah Sakit Advent Manado (RSAM), Pemuda GMAHK Jemaat Maasing dan Pemuda GMAHK Jemaat Pioneer Tandurusa Bitung, yang sementara berpartisipasi dalam kegiatan Global Youth Day (GYD) 2019.

 

Menurut Sir Jimmy –sapaan dekatnya, Panti Asuhan itu membina anak Yatim-Piatu, anak Yatim, Anak Piatu, Anak dari keluarga ekonomi lemah dan juga anak yang terlantar. “Yang paling banyak dan dominan adalaha anak yang terlantar, Sebanyak 30 anak dibina dan ini berarti 30 karakter”, tuturnya sangat bersemangat. Keturunan dari Keluarga Laloan-Pangemanan (Founder Panti RAPI) itu, berterima kasih atas kepedulian Pemuda Advent, sembari menyatakan bahwa mereka bersyukur sebab beberapa anak Panti yang telah sukses, tidak lupa dengan Panti Asuhan itumelainkan ikut membantu di lembaga yang juga mengelola sekolah ini.

 

Pdt. Dr. Robert Walean, Jr yang mengurai Firman dalam ibadah sebelum penyerahan bantuan atas kepedulian kaum muda itu, menyatakan bahwa baik warga Panti maupun yang mengunjungi Panti sama-sama memiliki tugas yang sama, yakni berupaya menjadi satu, sama seperti Tuhan adalah satu. Jeinner J. Rawung, S.Psi., M.Pd dari Psikologi Brilliant Indonesia juga hadir dalam kegiatan social itu.

You must be logged in to post a comment Login