DPRD Bersama Kadis Dikda Bahas Terkait Menurunya Kualitas Pendidikan Tingkat SMA di Sulut

DEPROV, Sulutlink.com – Dalam rangka evaluasi hasil capaian prestasi sekolah khususnya hasil  pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang nota-bene hanya meraih peringkat 3 terbawah secara Nasional, untuk itu Komisi IV DPRD Sulut segera melaksasnakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dan menghadirkan Jajaran Dinas Pendidikan Daerah.

Secara Nasioanl tentu belum dikategorikan suatu presasi karena hasilnya hanya berada diperingkat ketiga kendati demikian proses belajar mengajar dibidang pendidikan di Sulut terlihat sangat serius.

Oleh karena itu, mendapat sorotan Ketua Komisi IV Braien Waworuntu mengatakan hasil ini menjadi barometer penilaian dasar secara umum tentang kualitas Pendidikan di Sulawesi Utara yang cenderung menurun.

“ Hasil ujian nasional ini menjadi indikator terkait kualitas pendidikan Sulawesi Utara khususnya di tingkat SMA terlihat menurun, jadi dinas harus kerja keras mengejar menurunnya kualitas dan lebih serius dalam upaya optimalisasi peningkatan kualitas Pendidikan kedepan, “ ujar Braien.

DPRD melalui Komisi IV akan terus mengawal dan memantau terus menerus untuk mendorong  upaya yang akan dilakukan Dikda khususnya sinergitas lingkup pendidikan dalam rangka upaya peningkatan kebutuhan anggaran untuk melakukan perbaikan agar kualitas meningkat disamping upayakan terobosan guna menunjukan kualitas pendidikan yang lebih baik di daerah ini.

“ Sejatinya sebagai mitra kerja, DPRD terus mendorong dan memaksimalkan kerja-kerja instansi terkait agar programnya betul-betul berpihak kepada masyarakat, “jelas Braien sapaan akrabnya.

Sementara, Anggota Komisi IV dr. Richard Sualang mengatakan,  salah satu indikator penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan  yakni proses penempatan guru harus dilakukan secara merata dan profesional di semua sekolah.

“ Penyaluran guru harus merata tapi juga harus mempertimbangkan faktor kemanusiaan. Misalnya Guru di Manado bisa ditempatkan di Bunaken yang mungkin dalam kondisi kekurangan guru karena itu masih wilayah Manado.  

Kecuali kalau guru tersebut tinggal di Manado kemudian ditugaskan di daerah kepulauan, ini yang harus dipertimbangkan secara kemanusiaan, walau demikian tak bisa dipungkiri sumpah dan janji pegawai yang mengamanatkan rela ditempatkan dimana saja,” tutup Sualang

redaksi2Supit Oktober 15 2019

You must be logged in to post a comment Login