DPRD Sulut Minta Dinkes Sikapi Kasus Kelahiran Gastroschisis di Bolmong

Manado,Sulutlink.com – Pasangan suami istri Sahrandi Mokodompit (24) dan Lorna Mohamad (20) warga Desa Ayong Kecamatan Sangtombolang, harus bersedih dikarenakan kelahiran bayi mereka yang tidak sempurna.

Kelahiran dengan usus terburai atau dikenal dengan sebutan kedokteran gastroschisis dan omphalocele mendapat respon dan rasa keprihatinan dari srikandi Inggried Sondakh, yang juga adalah anggota Komisi IV DPRD Sulut.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Sulut sebagai instansi teknis, wajib menindak lanjuti dengan membentuk tim khusus untuk dilakukan pengecekan di lapangan atas kejadian tersebut dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Dirinya juga mengaku sedih atas kejadian menimpa bayi dari keluarga Mokodompit – Mohamad yang kelahirannya tidak sempurna.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari srikandi Sulut Rita Lamusu Manoppo yang mendesak agar pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Sulut untuk tidak tinggal diam.

Apalagi menyangkut pelayanan kepada masyarakat seperti kasus bayi terlahir prematur harus menjadi perhatian bersama.

Kasus kelahiran tersebut diketahui terjadi pada Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 14.15 wita saat perjalanan menuju Puskesmas Maelang.

Berdasarkan keterangan Junaidi Mamoto Kepala Puskesmas Maelang, bahwa saat sampai di Puskesmas bayi tersebut sudah lahir, dengan berat 2000 gram dengan panjang badan 42 cm dan diperkirakan umur kehamilan 32 minggu artinya prematur. (JoTam)

You must be logged in to post a comment Login