Dua Iven Penting Menanti GABSI di Tahun 2019

Jakarta, Sulutlink.com. Dua event penting telah menanti PB GABSI hasil Kongres GABSI di Padang bulan Desember tahun lalu. Pengurus Besar Gabsi dibawah Ketum PB Gabsi, Miranda S Goeltom yang sebentar lagi rencananya akan diumumkan akan langsung dihadapkan dengan tugas menyiapkan tim nasional untuk mengikuti kedua event penting di tahun 2019.

Mengapa kedua event ini menjadi sangat penting? Karena kedua event yang pertama akan digelar pada tanggal 5-11 April 2019 di Bangkok dan yang kedua digelar pada tanggal 11-20 Juni 2019 di Singapura adalah event resmi dari Asia Pacific Bridge Federation Championship. Selain menjadi event resmi tahunan, menjadi istimewa karena di tahun ganjil kedua event ini sekaligus menjadi event kualifikasi Zone VI untuk mengirimkan wakilnya ke Kejuaraan Dunia.

Mari kita lihat satu-persatu iven penting ini:

1. 24th APBF 2019 Youth Teams Championships.

Event ini akan digelar tanggal 5-11 April 2019 di The Montien Hotel, Surawongse Road, Bangkok, Thailand dengan mempertandingkan :
1. Raymond Chow Cup (U26)
2. Khunying Esther Cup (Girls U26)
3. Xiang Huaicheng Cup (U21)
4. APBF Kids Team (U16
5. APBF Youth Pairs

Selain memperebutkan juara APBF pada babak pendahuluan juga akan dilanjutkan dengan babak play-off untuk menentukan 3 wakil zone VI yang akan bertanding di 18th World Youth Team Championship 2020 yang tempatnya belum ditentukan.

Pada tahun 2017, Indonesia meloloskan dua tim, U26 dan Girls U26 untuk bertanding di 17th World Youth Team Championship di Wuhan, China.

Semoga dalam waktu yang sangat singkat, PB Gabsi bisa mendapatkan tim nasional yang cukup baik di 4 kategori yang dipertandingkan. Indonesia punya stok pemain yang cukup banyak di kategori junior.

Mungkin bisa dipertimbangkan untuk mengirimkan yang akan ikut ke Bangkok agar bisa sebelumnya mengikuti Amazing Bridge Festival yang akan berlangsung ditempat yang sama pada tanggal 30 Maret – 3 April 2019. Dengan pengalaman bertanding di event ini, mudah-mudahan bisa menghilangkan demam panggung serta lebih terbiasa bertanding dengan orang asing.

Pada tahun 2017 di Seoul Korea Selatan, kedua event penting ini digabung jadi satu. Tahun 2019 ketika Singapura menjadi tuan rumah 2019 APBF Team Championships dan menunjuk Hotel York sebagai tempat pertandingan maka jelas tidak mungkin untuk digabung kedua event ini. Penulis pernah bertanding di hotel ini tahun 2016 pada 1st SEABF Championships sehingga tahu persis besarnya ruangan tempat pertandingan yang tersedia di hotel ini.

2. 2019 APBF TEAM CHAMPIONSHIP

Event ini akan digelar pada tanggal 11-20 Juni 2019 di York Hotel Singapura.
Pada event ini akan ketambahan satu nomor baru Mixed Team sehingga menjadi :
1. Rebullida Cup Open
2. President’s Cup Ladies
3. PABF Senior Cup Team
4. Mixed Team

Seperti biasanya, event ini akan diawali dengan babak penyisihan dimana juaranya berhak atas piala yang disebut diatas. Ini terjadi karena pada event ini juga diikuti negara-negara dari Zone VII Australia & Ocenia.

Selanjutnya pertandingan dilanjutkan dengan babak play-off untuk menentukan biasanya 3 wakil Zone VI untuk mengikuti Bermuda Bowl (open), Venice Cup (ladies) dan d’Orzi Senior Trophy (senior). Sekarang World Bridge Federation menambah satu nomor baru Mixed Team. Ini menyusul keputusan tahun 2016 dimana di Warsawa Polandia telah ditambah mixed team untuk Kejuaraan Dunia di tahun genap.

Beruntung tahun ini, 44th World Team Championship akan berlangsung di Wuhan, China sehingga tuan rumah China otomatis lolos sebagai tuan rumah sehingga tidak dihitung hasilnya di event ini. Atau dengan kata lain, jika China juara APBF maka peringkat berikutnya yang otomatis lolos. Dengan demikian maka peluang Indonesia untuk lolos di empat nomor yang dipertandingkan akan lebih mudah.

Setelah menyelesaikan babak penyisihan, juaranya akan otomatis juara APBF 2019 sekaligus lolos untuk mengikuti Kejuaraan Dunia 2019.
Dua wakil zone VI lainnya akan ditentukan dalam babak play-off dua tahap. Pertama peringkat dua akan berhadapan dengan peringkat tiga babak penyisihan (diluar China) . Pemenangnya akan menjadi wakil zone kedua. Peringkat 4 juga berhadapan dengan peringkat 5 pada saat yang bersamaan. Pemenangnya akan berhadapan dengan yang kalah dari duel peringkat 2 vs 3. Pemenang pertarungan ini yang akan menjadi wakil ketiga.

Tahun 2017, Indonesia meloloskan open dan ladies ke Kejuaraan Dunia di Lyon Perancis dimana ladies kembali mengejutkan public bridge dunia dengan lolos ke 8 besar dan sudah menang banyak terhadap Polandia di babak 8 besar tapi akhirnya kalah.

Perjuangan di Kejuaraan Dunia mulai tahun ini semakin berat karena WBF menambah jumlah peserta dari 22 negara menjadi 24 negara dan penambahan dua negara justru dari Zone Eropa yang jelas lebih menambah keras persaingan.

Belum lagi kalau ada dari salah satu zone yang berhalangan hadir maka penggantinya juga ditunjuk dari Zone 1 Eropa. Kecuali kalau ada 2 negara yang batal hadir baru penggantinya dari Zone VI APBF.

Oleh : Bert Toar Polii

You must be logged in to post a comment Login