ENCENG GONDOK JADI SERAT KAIN MUNGKINKAH?

Oleh : Bert Toar Polii
Hari ini saya menulis status di FB untuk menunjang penanganan enceng gondok di Danau Tondano sebagai berikut :
Ayo mari kita dukung bersama. Walaupun masih banyak pro dan kontra tentang penanganan enceng gondok (EG) yang pasti Pemkab Minahasa telah memulainya. Ada dua pemikiran yg berkembang di masyarakat. Pertama, kalau mau menangani EG harus dibabat tuntas karena ini gulma yg pertumbuhannya sangat cepat. Kedua, karena kesulitan dalam banyak hal untuk membabat tuntas krn arealnya sdh sangat luas dan tentu saja teknologi serta biaya maka diusulkan untuk “berkawan” dgn EG. Caranya memanfaatkan EG untuk macam2, antara lain pupuk, pakan ternak, biogas, energi listrik, kerajinan dan bahkan kuliner dll. Kumura?
Salah satu tanggapan yang menarik dating dari saudara saya, Nico Rambitan yang bekerja di Departemen Perindustrian di Manado, “Sekitar tahun 1996/7 saya pernah terlibat aktif lewat Kanwil Perindustrian Sulut menciptakan predator EG seperti aneka kerajinan dan pakan ternak, pakan ternak yg dihasilkan waktu itu mutunya kurang baik. Ada satu program yang menurut saya jika berhasil produk ini memiliki nilai tambah yang besar yaitu EG menjadi “serat kain”. Program ini baru sampai pada teknik pengeringan EG utk menghasilkan serat yang baik. sayangnya kebijakan ini terputus seiring dengan pergantian pimpinan kantor waktu itu. Sebagai info ia menambahkan EG danau Tondano panjangnya mencapai +-120 cm.
Membaca ini saya jadi teringat tentang barong Tagalog yang terkenal dari Philipina, dimana setiap diadakan pesta keramaian, lelaki di Philipina akan memakai pakaian yang dinamakan barong tagalog. Pakaian istimewa ini dibuat dari kain yang dihasilkan dari batang pisang, dan batang nanas. Sedangkan, kaum wanita memakai gaun yang disebut Maria Clara Gown yang dihasilkan dari batang kelapa.
Ternyata bukan hanya di Philipina, Masyarakat Asli Sulawesi Utara ada juga yang menggunakan pakaian adat dari serta pohon pisang, dan serta pohon/kayu.
Nah seandainya EG bias dimanfaatkan sebagai serat kain, maka kita bias mempopulerkan pakaian adat Minahasa menggunakan serat kain EG dan bias menjadi souvenir khas Minahasa.

You must be logged in to post a comment Login