Fani Legoh: Perusahaan Nakal Cabut SIUPnya

Manado, Sulutlink.com. Perusahaan Tambang Nakal Cabut SIUP-nya.

Fanny Legoh geram, beberapa perusahaan pengelolah tambang batu di lokasi Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, yang dinilai kurang memberi kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah ( PAD ).

Legislator DPRD dari Dapil Minahasa-Tomohon ini menilai,  “ada ketidak-adilan yang dilakukan beberapa perusahaan terlebih dalam hal pembagian Corporate Social Responsibility (CSR) yang menjadi kewajiban perusahaan untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat Tateli dan menjaga lingkungan.” ujar Legoh kepada Sulutlink.com Kamis ( 7/2 ) siang.

Lanjut Legoh, perusahaan jangan menyusahkan masyarakat, mereka sudah menguras kekayaan rakyat, modal tanah rakyat.

Dorang (mereka) datang dari luar ambil keuntungan sepihak. Untuk membuat sesuatu CSR-nya saja tidak diberikan ke masyarakat. Ini kan tidak adil.

“Perusahaan-perusahaan tambang yang ‘kumabal nakal’ dan tidak mematuhi prosedur pemerintah, saya usulkan segera diambil tindakan tegas dengan mencabut SIUP-nya, “ujar Legoh.

Legoh juga mengingatkan para pengelolah perisahaan tambang terkait kontribusi pajak daerah yang dinilai terlalu kecil dibanding aset perusahaan terutama armada yang bernilai puluhan milyaran rupiah.

Kalau kita lihat keseimbangan simetris ekonomi, pemasukannya bisa ratusan milyar rupiah, ‘masak bayar pajak hanya 32 juta perbulan kalau dikalikan 12 bulan hanya 360 juta.

Ini tidak masuk akal lagi pula sangat kecil, ‘paling sedikit itu 100 milyar yang seharusnya mereka setor ke pemerintah.” tandas politisi PDI-P .  ( KTA.09)

You must be logged in to post a comment Login