Hari Perempuan Sedunia Dimata Seorang Ibu Rumah Tangga dan Karier

Sulutlink.com – Hari ini 8/3/2019 tepat diperingati sebagai hari perempuan sedunia. Sulutlink.com menemui seorang Ibu rumah tangga di salah satu unit di kantor pemprov sulut dengan maksud ingin tahu seperti apa pandangan seorang Ibu rumah tangga tentang Hari Perempuan Sedunia. Sullutlink.com berhasil bertemu seorang ibu rumah tangga yang tepat dan bersedia diwawancara terkait Hari Perempuan Sedunia. Saya diundang keruang kerjanya dan langsung sesi demii sesi bincang-bincang tanya jawab soal topik penting itu. Diawali satu pertanyaan sesuai judul; Ibu Viane mulai ceritakan lika-liku kehidupan sebagai Ibu rumah tangga dan kariernya dilingkungan kerjanya.
Seperti Ini pandangannya tentang Hari Perempuan Sedunia;

“Perempyan memang dilahirkan sebagai pelengkap laki-laki. Namun kehadirannya mampu memberikan warna tersendiri bagi kehidupan seorang perempuan.Perempuan itu memiliki kecenderungan untuk mandiri dalam peran sebagai ibu rumah tangga maupun meniti karier sebagai keluarga pns, namun itu adalah bentuk motivasi saya dalam menghadapi lika-liku hidup.

Perempuan itu seringkali membutuhkan bahu sebagai topangan dalam arti ingin dimanja tapi saya mengimplementasikan segala aspirasi saya agar ada kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Hal itu sangat wajar, karena perempuan memiliki sisi kelembutan.

Saya mengakui perempuan cenderung lebih mandiri contoh tanggung jawab menyelesaikan suatu peketjaan seorang ibu rumah tangga sudah tahu apa yang harus dilakukan walaupun butuh adanya kerjasama yang baik antara keluarga dalam rumah.

Demikian pula sebagai seorang berkarier di kantor perlu juga komunikasi yang baik antar sesama staf. Perempuan itu hadir dengan membawa emansipasi yang menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berkarir dalam tugas.

‘awal pengalaman saya bergabung dengan pemberdayaan perempuan ini banyak pelajaran yang saya rasakan disamping perlu menguasai teori dan praktek dalam berkomunikasi maka saya lakukan pelajaran itu juga dalam kelyarga saya, artinya butuh komunikasi yang baik. Tentu saja hal ini dilakukan semata tidak untuk menjadi penyaing denga kaum pria.

Namun sebagai bentuk eksisnya demi mencapai kemajuan. Perempuan modern selalu berpikir positif untuk maju, selalu berinisiatif untuk mengeksplor kemampuan yang dimiliki Selalu bersemangat untuk belajar agar tidak tertinggal jauh dari kaum pria.

Ketika perempuan telah disibukkan oleh pekerjaan, ada beberapa hal yang terkadang membuat lupa akan kodratnya sebagai ibu rumah tangga. Waktu yang dimiliki yang seharusnya digunakan untuk merawat dan mendidik anak-anak di rumah harus teralihkan pada pekerjaan sehingga menjadikan anak kurang mendapat perhatian lebih.Hal ini sangat disayangkan,mengingat pembinaan anak di rumah juga sangat dibutuhkan. Maka sebagai perempuan (ibu rumah tangga) yang cerdas diharapkan harus bisa mengimbangi atau menyelaraskan kondisi yang ada.

“Antara pekerjaan dirumah dengan pekerjaan yang di kantor harus sama-sama seimbang”

Jadi keberhasilan perempuan dalam meniti karir pun patut diapresiasi.Terbukti beberapa di antara perempyan ada yang berhasil menjadi pemimpin. Hal ini menjadi fakta bahwa perempuan juga berhak dan mampu mengendalikan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Perempuan pemimpin harus bisa menggerakkan roda orang-orang disekitarnya. Memiliki sikap tegas, bijaksana, namun tetap memiliki sisi kelembutan yang baik.

Pada hakekatnya Perempuan yang berpotensi sukses cenderung pandai mencari rezeki secara mandiri. Meski begitu, tetap berkewajiban menghormati suami Harus mengedepankan kepentingan keluarga serta selalu bisa memposisikan diri selama di rumah.

Kalau saat bekerja sudah terbiasa mengatur orang lain, maka ketika di rumah, juga harus mau diatur oleh suami Karena bagaimanapun suami adalah pemimpin dalam sebuah keluarga. Mau seberapapun perempuan berhasil mengarungi kantong-kantong pendapatan atau bahkan mungkin melebihi suami, maka tidak diperbolehkan sedikitpun meremehkan suami. Tetaplah menjadi perempuan yang tidak akan lupa pada kodrat sehingga tetap dihargai oleh siapapun, baik suami, anak-anak maupun orang-orang di sekeliling. Artinya komunikasi dalam keluarga harus baik, kalau tidak baik maka outputnya pun tidak baik.

Demikian halnya perempuan sebagai orang tua baik suami rerhadap anak-anak itu harus menjadi teman. Dan ada suatu waktu tertentu perlu dinikmati keluarga seperti humor, liburan bersama kelyarga sehingga semua bisa menikmati, saya rasa seperti itu. Saya sebagai ibu runah tangga juga selalu ciptakan hubungan yang harmonis dengan suami dan anak-anak. Saya berumah-tangga sudah cukup merasakan bahagianya dalam keluarga selama 26 tahun., Suami saya seorang dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan disalah satu universitas di Manado, Ir Sammy Longdong, MSi, anak-anak Inggrit Londong; SE, Bryan Longdong, Monica Posumah, luar biasa Ibu Viane. Diakhir perbincangan Ibu Viane menaruh harapan kepada Ibu-ibu rumah tangga ciptakan komunikasi yang baik terhadap suami, anak dan siapa saja disekitar kita, maka hasilnya baik pula. Motto: Laki-laki dan Perempuan memang beda, tapi tidak untuk membeda-bedakan.
Data sekilas:
Nama Lengkap : LIENTJE VIANE TAMBALEAN, SE. Kepala Bidang PUG, KUALITAS HIDUP PEREMPUAN DAN KUALIRAS KELUARGA, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Sulawesi Utara

edit: Kta09

You must be logged in to post a comment Login