Indonesia Bersiap Ikut 3 Nomor di Salsomagiore

Oleh : Bert Toar Polii
Prestasi Indonesia di tingkat kelompok umur memang sejak awal dipertandingkan kurang sebaik seniornya.
Selama ini PB GABSI memang berkonsentrasi dalam hal pemasalan olahraga bridge di kalangan anak-anak muda.
Nah mulai tahun ini, PB Gabsi dibawah pimpinan Ketua Umum Ibu Miranda S Goeltom telah mencanangkan untuk focus dalam pembinaan junior dalam rangka menggapai prestasi dunia secepatnya.
Mari kita simak perkembangan prestasi tim Indonesia di kelompok umur sejak dipertandingkan secara resmi di event Asia Pacific Bridge Federation Youth Championship dan The World Youth Team Championship.

Kelompok umur U26 atau disebut Junior mulai dipertandingkan di Asia Pacific Bridge Federation Championship justru diawali di Jakarta tahun 1989. Namun sejak dipertandingkan, Indonesia baru berhasil menjadi juara tahun 2003 di Manila dan saat menjadi tuan rumah di Bandung tahun 2007. Namun di kelompok ini lumayan sering lolos mengikuti The World Youth Team Championship walaupun belum pernah berprestasi.
Termasuk tahun ini di The World Youth Team Championship yang akan berlangsung tanggal 31 Juli – 9 September 2020 di Salsomagiore, Italia.

Kelompok Youngster U21 mulai dipertandingkan di Bangkok tahun 2006 dan kita belum pernah menjuarai event ini. Indonesia pernah diundang mengikuti The World Youth Team Championships tahun 2006 di Bangkok. Namun prestasinya cukup menyedihkan peringkat 15 diatas tuan rumah Thailand.

Kelompok Girls U26 baru dimulai di China tahun 2013. Walaupun kita baru sekali meraih juara di kelompok ini tapi dari kelompok ini kita selalu sukses lolos ke Kejuaraan Dunia Junior. Tahun 2016 setelah meloloskan diri dari seleksi Zone VI di Seoul, tim ini kemudian dikirimkan ke Kejuaraan Dunia di Salsomagiore, Italia pada tahun 2016 dan sempat mengejutkan dunia bridge ketika mengalahkan China di babak 8 besar. Padahal China adalah juara babak penyisihan yang secara lantang mengatakan memilih Indonesia sebagai lawannya di babak 8 besar. Penulis yang kebetulan hadir di Captains Meeting mempunyai firasat bahwa Indonesia akan menang seperti kejadian serupa di Veldhoven Belanda tahun 2011. Pada kejuaraan Venice Cup, Amerika Serikat yang juara babak penyisihan dengan lantang memilih Indonesia sebagai lawannya di babak 8 besar. Pelatih Timnas Amerika, Erick Kokish yang juga mantan pelatih timnas Indonesia hanya tersenyum melihat penulis yang waktu itu jadi NPC. Kebetulan kami berdampingan duduknya.
Firasat penulis ternyata benar dan duniapun heboh. Sayang sekali ketika melawan Australia di babak semi final kita kalah tipis.
Prestasi Girls U26 meningkat di tahun 2019 ketika keluar sebagai juara Asia Pacific Bridge Federation untuk pertama kalinya di Bangkok dan lolos mewakil Zone VI di The World Youth Team Championship yang akan berlangsung tanggal 31 Juli – 9 September 2020 di Salsomagiore, Italia.
Kelompok Kids U16 baru mulai dipertandingkan di Bangkok tahun 2019. Pesertanya dari 4 negara tapi didominasi China yang mengirimkan banyak sekali tim. Selain tuan rumah Thailand, Hongkong dan Indonesia mengirimkan tim. Dari sisi pemasalan, Indonesia tidak kalah dengan China dalam hal mengenalkan permainan bridge di kalangan muda usia. Kids U16 yang diwakili pemain-pemain dari Toar Bridge Club Manado akhirnya lolos untuk mengikuti The World Youth Team Championship yang akan berlangsung tanggal 31 Juli – 9 September 2020 di Salsomagiore, Italia.
Saat ini, Indonesia sedang mempersiapkan 3 tim, yaitu Junior U26, Girls U26 dan Kids U16 untuk ikut ke Salsomagiore.
Untuk itu mulai hari ini bertempat di kantor PB Gabsi di Mampang Prapatan sedang digelar seleksi nasional babak final yang diikuti masing-masing 6 pasangan.
6 pasangan ini adalah hasil seleksi yang diadakan sebelumnya secara online di Bridge Base Online kecuali dua pasangan dari Girls U26 yang di seeded karena menjadi juara The APBF Youth Championship di Bangkok tahun 2018.
Tinggal dua pasangan yang seeded karena salah satu pemain Fortina Mora Sibuea sudah tidak bias ikut pada tahun 2020 karena sudah tidak memenuhi persyaratan usia.
Nama-nama pemain peserta final seleknas Junior U26
1 M Al Gifari – Manuel Wilman

  1. M Setyo Santoso – M Wisolus Solihin
  2. Dimas Wiyoga Bakti – Elga Pinka Arwangga
  3. Vichenzo Scyvo Nelwan – Jordy Hristo Moleong
    5.Ali Akbar – Muhammad Hasyimi
    6 Muhammad Efryansyah – Fajar Pangestu
    Girls U26
    1 Della Ayu Nobira-Desy Noervita Rahayu
    2 Kurnia Aulia-Salwa Putri
    3 Vila Rosa – Yessy Grasella
    4 Ramadanti Nurkarimah-Fanny Misfa Jessy
    5 Roro Joffani Tungga Dewi-Rachma Shaumi (seeded)
    6 Monica Ayu Triana-Fransica Tri Martanti (seeded)
    Seleksi akan memainkan 30 session dan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 19 Januari 2020.
    Peringkat 1-4 hasil seleknas akan dibina di Pelatnas untuk kemudian menentukan 3 pasangan yang akan mewakili Indonesia.
    Khusus untuk Kids U16 diserahkan kepada Pengprov Gabsi Sulut yang telah meloloskan tim ini di Bangkok tahun yang lalu.

Selain event diatas, Indonesia juga sedang mempersiapkan tim junior untuk mengikuti 3rd WBF Online Youth Teams yang akan berlangsung bulan Februari hingga Juli 2020.
Event yang akan berlangsung secara online di bridge base online akan mempertandingkan 3 nomor, yaitu junior u26, girls u26 dan kids u16.
Untuk nomor Junior dan kids sudah dibagi dua divisi, premier league dan first division. Indonesia masuk premier league di Junior u26 sedngkan untuk Kids u16 masih di first division.
Untuk menentukan pemain yang akan mewakili, Komisi Bridge Online sedang menggelar seleksi dan sekarang sudah memasuki babak final.
Empat pasangan terbaik hasil seleksi di Junior U26, Girls U26 dan Kids U16 akan mewakili Indonesia.

You must be logged in to post a comment Login