Ini Alasan GRAS Bolmong, Sambangi DPRD Sulut

Sulutlink.com, Deprov – Gerakan Rakyat Anti Sawit (GRAS), Kabupaten Bolmong mendadak sambangi DPRD Sulut ditengah Para Wakil Rakyat bersama Pemprov Sulut sedang fokus dalam Rapat Pembahasan Lanjutan terkait Ranperda Perubahan APBD Sulut Tahun Anggaran 2019 di Gedung dewan Kairagi Manado, Rabu (14/8/2019) siang.

Massa yang awalnya hanya bisa dihitung kurang dari 50 orang dengan kendaraan terbuka dilengkapi sound system sambil teriak dihalamanRumah Demokrasi ini sambil membawa aspirasi mereka tentang keluhan atas kehadiran sawit yang menurut mereka telah mengancam kelangsungan hidup masyarakat Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut).

Sikap tegas pun ditunjukkan dengan jumlah masa semakin bertambah hingga ratusan in,i ingin menerobos pintuh gedung deprov tapi pengamanan yang begitu maksimal dibantu oleh Satpol P.P maupun Aparat Kepolisian, gagal menerobos pengamanan gedung.

Massa, diterima Anggota Komisi II Noldy Lamalo menanggapi aspirasi GRAS, namun massa masih tetap melakukan aksinya seolah tak puas paparan Lamalo.

Diketahui, massa ini merupakan gabungan antara masyarakat Lolak Kabupaten Bolmong terdiri dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Pecinta Alam, Organisasi Mahasiswa, mereka menuntut Dewan Provinsi (Deprov) Sulut agar mendengar aspirasi massa untuk meninjau kembali hak izin perusahan sawit yang beroperasi di Lolak.

Karena perusahaan telah melarang masyarakat menggarap lahan dan mengakibatkan menurunnya tingkat kehidupan dan perekonomian masyarakat, serta kehadiran aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif kepada masyarakat,”ungkap salah satu utusan organisasi.

“Ya, Ini alasannya kehadiran perusahaan sawit di wilayah kami membuat kami sudah tidak bisa menggarap lagi. Lama-kelamaan sudah ada polisi yang menjaga, jadi kami sudah dilarang untuk memasuki wilayah tersebut,” ujar H. R Mokodompit, salah satu tetua adat masyarakat Lolak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut, Amir Liputo menyambut kehadiran massa aksi dan akan berupaya mengakomodir tuntutan.

“Saya akan berusaha mengakomodir tuntutan ini dan akan membacakan penuh semua tuntutan di paripurna tanggal 16 Agustus ini, supaya gubernur dapat mendengarnya,” pungkas Liputo, sambil massa membubarkan diri.

Redaksi2Supit August 14 2019

You must be logged in to post a comment Login