Ini Cerita OTT KPK Kepada Anggota DPR Amin Santono

Jakarta, Sulutlink.com – Tas motif kotak – kotak jadi incaran KPK pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan kepada anggota DPR Amin Santono, yang tersandung kasus suap Rp. 3, 3 miliar dan sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Nana Maulana sopir Amin Santono ketika ditanya jaksa KPK dalam kesaksiannya di persidangan, menceritakan secara gamblang kronologis kejadian OTT KPK kepada Amin Santono.

Menurut Nana Maulana, bosnya menanyakan posisi dirinya sedang berada dimana dan dijawabnya kalau dirinya sedang berada di belakang Indomaret Halim.

Nana Maulana juga menceritakan bahwa dirinya melihat Rasim, sopir Eka Kamaludin yang saat itu sedang menenteng tas besar berwarna coklat dengan motif kotak – kotak.

Dirinya juga sempat menanyakan kepada Rasim mengenai apa isi dari tas tersebut, tetapi dijawab tidak tahu dan tas tersebut ditaruh pada kursi samping tempat duduk Amin Santono.

Dikatakannya, Rasim hanya menjawab kalau dirinya hanya ditugaskan untuk mengantarkan tas tersebut ke mobil Amin Santono.

Amin Santono ketika perjalanan pulang menuju ke rumah kediamannya terjebak macet dan saat itu penyidik KPK langsung mengetuk kaca mobil sambil menunjukan ID card kemudian naik kedalam mobil.

Dijelaskannya, saat penyidik berada didalam mobil, HP miliknya langsung diambil dan mereka menanyakan isi dari tas tersebut, tetapi dijawab tidak tahu dan kemudian setelah dibuka ternyata berisi uang.

Kemudian penyidik KPK menuju ke rumah Amin Santono dan mencari dokumen terkait pemberian uang suap Rp 3,3 miliar yang diberikan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman dan Direktur CV Iwan Binangkit Ahmad Ghiast, atas upaya penambahan alokasi dana APBN ke Kabupaten Sumedang dan Lampung Tengah.(JoTam)

You must be logged in to post a comment Login