Ini Kata Gubernur dan Harapan Jenderal yang Kehilangan Pencipta Lagu Terkenal

Manado, Sulutlink.com – Yessy Wenas, nama pamor dari Jehezkiel Robert Wenas kini tutup usia. Pencipta lagu terkenal kelahiran 14 April 1939 di Tomohon itu, meninggal dunia pada Jumat malam (17/1) dalam usia 79 di RS Budi Asih Cawang Jakarta. Tadi pagi jenazahnya dari Jakarta diterima oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan diserahkan kepada Keluarga, kemudian disemayamkan di Gedung GMAHK Jemaat Sario Centrum dekat Lapangan Koni Manado.

Pencipta lagu legendaris terkenal dan laris sejak era 70-an seperti ‘Si Jago Mogok’, ‘Mutiara Yang Hilang, ‘Mengapa Tiada Maaf’ dan masih banyak lagi yang dinyanyikan banyak pesohor seperti Titiek Shandora, Bob Tutupoli (Yuni Sara), Ernie Djohan, Rhoma Irama, Ineke Kusumawati, Tielman Sister dan lainnya, memang beberapa tahun terakhir diserang penyakit stroke dan menjadi semakin lemah tapi tetap aktif memberikan ide-ide dan pemikiran brilliant bagi dunia seni dan budaya Sulawesi Utara. Karenanya, beristirahatnya sahabat karib Guntur Soekarno Putra ini membuat warga Sulut di seluruh dunia berduka.

Ketua Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, SH., MSi menyatakan kepada Sulutlink,com bahwa semua merasa kehilangan. Tidak hanya keluarga tetapi masyarakat Sulut, merasa kehilangan Tokoh Budaya ini. “Tidak hanya Sulut tapi Nasional. Karya-karyanya sangat besar bagi dunia seni. Beliau sangat produktif .Beliau aktif dalam pengembangan baik Seni musik (Kolintang dan Musik Bambu) maupun tarian. Jadi dengan kepergian beliau kami merasa sangat kehilangan.” Kata kata Jenderal ganteng itu. “Diharapkan ke depan tentunya ada penerus-penerus, generasi muda yang berkomitmen kuat bagi kebudayaan.”, tambah mantan Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

Pemerintah Sulawesi Utara, dalam hal ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE dan Wagub Sulut Steven Kandouw, SE juga menyatakan turut berduka cita. Jenazah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu diterima langsung dari Jakarta dan diserahkan kepada Keluarga di Manado. Prosesi persemayaman dan pemakaman dengan upacara adat Tombulu, diatur oleh Pemprov melalui Dinas Kebudayaan Sulut. “Pemprov Sulut mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Yessy Wenas yang juga adalah budayawan dan seniman Sulawesi utara, yang memiliki idealisme yang tinggi”, tutur Gubernur melalui Kepala Dinas Kebudayaan Sulut Ferry Sangian, S.Sos., MAP. (Red)

 

https://yessywenas.wordpress.com/…/…/otobiografi-essy-wenas/

You must be logged in to post a comment Login