Inilah Cinta Birahi dan Akibat Dari Perkawinan Tidak Bijak

Manado, Sulutlink.com – Cinta yang tidak dirawat dan dipelihara dengan baik berdasarkan kasih dan kebenaran, adalah pemuasan nafsu semata, keras kepala (tidak menerima teguran), buta dan tak dapat dikendalikan, tergesa-gesa, kegilaan yang merusak hati nurani dan pertimbangan sehat, sampai disebutkan hal bodoh. “Contohnya ada anak muda yang jatuh cinta tapi tidak ada perhatian dalam ibadah (malam permintaan doa)”, tutur Roldy Mailangkay, SH., M.Si malam ini (Rabu, 13/2), di Manado.

Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Ranotana-Karombasan Manado ini, mengutip tulisan Pena Inspirasi yang dicatat oleh E. G. White, mewanti-wanti Generasi milenial yang hidup di era teknologi informasi maju pesat, untuk waspada. Sebab, jika salah dalam memanfaatkan kemajuan digital, berdampak pada kemerosotan akhlak. Pikiran romantisme menjauhkan dari agama. Nasihat berharga ini, disampaikan saat memimpin acara ‘Pekan Doa Rumah Tangga’ di GMAHK Jemaat Ranotana Manado. “Sebaliknya cinta yang benar adalah pemberian yang indah, prinsip bukan perasaan, membuat orang menjadi tenang, Bijaksana, melihat jauh ke depan, tidak keras kepala, tulus, lemah lembut, sabar, tidak kasar dan tidak sentimental”, kata adik dari Dr. J. Victor Mailangkay, MH itu.

Sekretaris Pria Advent Kota Manado (PAKM) itu, mengurai dampak Perkawinan yang tidak bijak, seperti terjadi banyak kesukaran dalam rumah tangga, kejahatan, percekcokan pasangan suami istri, perselisih bahkan perceraian. Kemudian menjadikan salah satu dari pasangan Istri/Suami tidak setia dan serba tidak peduli, bahkan kesucian Sabda Allah menjadi rusak. “Mari jagalah cinta kasih di salam keluarga. Jaga pikiran dengan usaha yang tegas, jangan terikat perkara tidak pantas (moralitas), sebab Yesus telah menebus kita dengan nyawa. Kita adalah miliknya. Mintalah nasehat Yesus sebagai Konselor sejati. (red)

 

 

You must be logged in to post a comment Login