Jejak-Jejak Kejayaan Maritim Teluk Manado

IMG_20170801_144123Sulutlink. Manado.   Teluk Manado yang berada di bibir Pasific ternyata sejak dari zaman dahulu telah dikenal luas di lingkungan Maritim Nusantara hingga Dunia Internasional.

Salah satu bukti sejarah yang tak terbantahkan yaitu keberadaan Jangkar Kapal yang menurut cerita warga sekitar pantai Kapal Sandar,  yang kini telah menjadi Kawasan Reklamasi Mega Mas. Jangkar ini telah lama diketahui berada di tengah laut, depan Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario.

Samsudin, salah satu warga  perkampungan Kapal Sandar, bercerita, di Jangkar Kapal ini, saat mereka masih anak-anak, biasanya menjadi tempat mereka bermain saat mandi-mandi di pantai tersebut, sebelum dilakukan reklamasi oleh PT.  Mega Surya dan sekarang dikenal Kawasan Mega Mas.

Posisi Jangkar memang berada jauh dari daratan atau tepatnya di sekitar depan Hotel Wiz, saat ini di Kawasan Mega Masa,  hampir 200 M dari bibir pantai sebelum direklamasi.

Jangkar ini bentuknya masih utuh lengkap dengan rantai jangkar yang telah berwarna kecoklatan,  tanda mulai dimakan usia. Sayangnya, oleh pihak pengelolah Kawasan Mega Mas tidak memiliki data yang pasti tentang keberadaan jangkar kapal ini,  baik ukuran fisik jangkar maupun latar belakang cerita saat jangkar ini diangkut dari dasar laut.IMG_20170801_144421

Namun secara kasat mata dapat diperkirakan tingggi jangkar sekira 4 M. dan lebarnya sekira 3 M. Sementara ukuran rantainya diperkirakan berdiameter  sekira 40 Cm. Kalau seperti ini, maka dapat dikatakan, inilah Jangkar Kapal Tertua dan Terbesar yang masih ada hingga saat ini.

Ada beberapa versi tentang dari mana asalnya kapal yang mengalami karam di Teluk Manado, sehingga Jangkarnya tertinggal di pantai Manado.  Belum ditemukan bukti yang jelas, namun ada yang menyebutnya, kapal dari Eropa, dan ada juga yang mengatakan kapal dari  Jepang.

Ada Dua Jangkar Kapal yang berhasil diangkat dari dasar laut oleh pihak pengembang Kawasan Mega Mas. Pertama, yang ukurannya lebih besar telah diabadikan sebagai monumen, di pojok pintu masuk utama, sisi sebelah selatan Mega Mas, yang dijadikan Ikon kawasan kuliner “Jangkar Sandar “, tepi pantai.

Kedua,  bentuknya seperti cangkul dan masih lengkap dengan rantai jangkarnya. Namun sayangnya, hinggga saat ini masih dibiarkan begitu saja ditimbuni rerumputan, tepatnya di seberang jalan depan Kantor Dinas Pariwisata Kota Manado, masih di Kawasan Mega Mas. (jansen)

You must be logged in to post a comment Login