Joy Oroh Penuhi Undangan Komisi 3 DPRD Sulut Bahas Penanggulan Bencana Alam

ad2.sulutlink.bpbd.Feb.2.2021

Ir. JOY OROH KABAN BPBD SULUT

Usai Rapat Dengar Pendapat Komisi 3 DPRD bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulut, Selasa, 2/2021, kepada sejumlah wartawan Joy Oroh menjelaskan bahwa saat ini terkait penanganan banjir di kota manado di butuhkan kordinasi terpadu.

Oroh mengungkapkan perlunya penataan wilayah dan masterplan kota manado dimana secara teknis bekerjasama dengan pihak terkait dibutuhkan kordinasi lintas sektoral dan melibatkan stakeholder terkait seperti balai sungai provinsi dan pemkot manado. Hal ini dimaksud untuk mengatur titik dimana rawan daerah bantaran aliran sungai di wilayah pemukiman warga.” jelasnya

” Dengan adanya Kordinasi bersama lintas sektoral dan terpadu, penting kerjasama dan terkordinasi agar pemecahan masalah banjir dan tanah longsor dikota manado bahkan Sulut bisa teratasi

” bencana banjir khusus di kota Manado dan beberapa wilayah di sulut bisa teratasi.”janji Joy.

Terpantau, memang ada beberapa titik sudah sering terjadi banjir dan kami BPBD Sulut menyatakan akan segera melakukan perbaikan dan menseriusi penangananya,” tandas Oroh

” seperti diketahui pasca banjir manado memang ada beberapa titik perlu penanganan secepatnya seperti di Welong Abadi dan upaya penanganannya telah berkordinasi dan bekerjasama dengan BPBD pemkot manado, karena berada diwilayahnya , kami mengantisipasi reaksi secepatnya dalam upaya penelusuran beberapa titik rawan banjir,” tegas Oroh

Berikut beberapa hal yang akan kami tindak lanjuti dan tadi dari ketiga anggota komisi 3, diantaranya, Sekertaris Komisi 3 DPRD Sulut, Yongki Limen memaparkan bahwa daerah rawan longsor urgensi untuk direlokasi. Yaitu daerah rawan longsor jika perlu dibebaskan dan tak bisa ada pemukiman warga karena sangat berbahaya, kemudian berharap pemerintah kota Manado dapat memperhatikan dan segera melarang ada pemukiman warga tempat tersebut menurutnya upaya untuk tidak terjadi banjir dimintahkan kepada pihak pemkot manado untuk tidak ada warga yang tinggal daerah rawan banjir.

Limen minta agar daerah rawan banjir harus steril dari tempat tinggal warga karena menurutnya warga dapat dipindahkan ke tempat yang aman, hal ini dimaksud minta perhatian kepada pemkot Manado segera dilakukan penanganannya

Kemudian menjadi perhatian anggota Amir Liputo berharap letak permasalahan banjir karena belum ada kesadaran warga setempat yang tinggal didaerah rawan banjir perlunya sosialisasi yang jelas karena hal ini menjadi penting untuk disosialisasikan tentang progres perencanaan penataan kota secara terpadu kepada Warga yang tinggal terutama daerah rawan banjir.” pinta, yang akrab disapa Aba Liputo,

Agustin Kambey, pun menuturkan agar upaya untuk tidak terjadi banjir diharapkan kepada pihak pemkot manado untuk tidak ada lagi warga yang tinggal daerah rawan banjir.
karena daerah rawan banjir harus steril dari lingkungan tempat tinggal warga. Warga dapat dipindahkan ke tempat yang aman, dan berharap saya usul kepada pemkot Manado dapat ditindaklanjuti, kunci mantan beberapa periode di dekot manado Agustin Kambey, (Rel)

Rapat Dengar Pendapat Komisi 3 DPRD Sulut, dihadiri BPBD Provinsi Sulut, BPBD Kota Manado, Balai Sungai Provinsi dan Dinas Perkim Kota Manado

You must be logged in to post a comment Login