JPU Hadirkan Saksi Debora di Sidang Pidana Yang Menyeret Oknum Ketua FERARI Sulut

Manado, Sulutlink.com – Sidang lanjutan perkara pidana dugaan pencurian cincin emas berlian yang bertatahkan batu mulia jamrut/emeral, milik korban Fileks Ratulangi yang telah menyeret oknum Ketua Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) DPD Sulut, AMA alias Arie (38) duduk sebagai terdakwa, kembali digelar Rabu (6/2/2019) di Pengadilan Negeri Manado.

Saksi istri korban, DL alias Debora, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noval Taher,SH dalam keterangannya dibawah sumpah mengatakan, kalau dirinya yang memberikan cincin tersebut untuk dipakai terdakwa.

Saksi juga menjelaskan, alasan dipakaikan cincin tersebut ke jari tangan terdakwa, karena keinginan untuk bergaya-gayaan saja ketika akan bepergian dan berfoto bersama terdakwa, seperti yang telah dilihat korban dalam postingan akun facebook.

Debora juga mengatakan, kalau cincin berpindah tangan ke terdakwa, tanpa terlebih dahulu mendapat ijin dari korban.

Bahkan saksi menerangkan, kalau cincin tersebut sering terbawa didalam tas saksi, sehingga belum sempat dikembalikan pada tempatnya semula.

Namun anehnya, saksi membantah kalau dirinya telah menikah dengan korban dan sebaliknya saksi berkilah, bahwa dirinya hanya resmi menikah dengan terdakwa.

Saksi/korban Fileks Ratulangi ketika dimintai konfirmasi terkait pernikahan menjelaskan, saksi Debora berbohong dengan mengatakan tidak pernah menikah dengan dirinya.

Menurutnya, sangat jelas dirinya dengan saksi Debora menikah dan aktenya tercatat di Dinas Dukcapil Kabupaten Minsel.

Disisi lain JPU Noval Taher,SH ketika dimintai konfirmasi usai persidangan mengatakan, sangat jelas terungkap di persidangan bahwa barang tersebut (cincin -Red) sudah berpindah tempat, tanpa sepengetahuan korban sebagai pemilik.

JPU juga merasa ganjal dengan keterangan saksi Debora yang mengatakan, saksi tinggal di rumah hanya bersama dengan dua orang anaknya, tetapi tiba-tiba ditanya soal jemuran baju, maka saksi menjawab itu punya sepupuh.

Sementara itu Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Rafel Biloro, SH usai persidangan kepada awak media mengatakan, berdasarkan keterangan saksi Debora itu cincin dipinjamkan atau diberikan kepada terdakwa.

“Dan itu dipinjamkan ketika nanti ada acara-acara atau ada pertemuan, nah baru itu digunakan. Setelah selesai pertemuan cincin itu dikembalikan,”jelas Biloro.

Biloro juga menegaskan dakwaan jaksa yang menyampaikan bahwa pelapor/korban yang mengalami kerugian Rp.25 juta adalah tidak benar.

Diketahui sebelumnya oknum terdakwa AMA alias Arie, dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian, pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 480 KUHP tentang penadah.

Setelah mendengarkan keterangan saksi Debora, kemudian Majelis Hakim, Imanuel Barru.SH, Halima Umaternate,SH.MH, Hj. Halidja Wally, SH. MH dan Panitera Pengganti Cleopatra Ishak, SH, menunda dan akan melanjutkan persidangan perkara pidana No.1/Pid.B/2019/PN Mnd pada selasa 12/2/2019 nanti, dengan materi akan memeriksa keterangan saksi lainnya. (JoTam).

You must be logged in to post a comment Login