Kandouw: Tangkal Gerakan Radikalisme dan Fundamentalisme, Sulut Seharusnya Memiliki BKSAUA

Pemprov, Sulutlink.com – Masyarakat Sulut lebih dikenal dengan Toleransinya terhadap siapa saja, sehingga mendapat penghargaan Nasional maupun Internasional kategori Provinsi Paling Teloransi. Pemprov melalui Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw buka kegiatan rapat koordinasi Peningkatan Toleransi Antar Umat Beragama yang digagas oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulut di GKIC Kairagi Manado.

Kandouw memanfaatkan momen terpenting sehingga menjelaskan cara Pemprov Sulut dibawah pimpinan OD – SK agar terus mempertahankan merawat keberagaman di daerah Bumi Nyiur Melambai.

Kandouw mengemukakan, menjadi suatu kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Sulut karena merupakan role model daerah dengan toleransi terbaik di Indonesia. Hal ini juga berkat kerja keras sesama stakeholders menjaga kerukunan dengan tidak ada pikiran negatif dan ekslutifitas antar sesama masyarakat.

“Ini menjadi kebanggaan kita semua dan wajib kita jaga terus,” ajak Kandouw

Kandouw menilai, setiap manusia dikaruniai Tuhan untuk menunujukkan kasih sayang terhadap sesama manusia.

“Nah, di Sulut ini dengan pendekatan dari Pak Gubernur Olly Dondokambey dan saya selaku pendamping beliau, tidak ada pengkotak -kotakan, tidak ada eksklusifisme, tidak negatif thinking, tidak saling mencurigai sehingga tercipta suasana yang sangat harmonis di daerah ini,” tambah Wagub.

Contoh nyata, dalam menghadiri pelantikan Ketua DPRD Sulut, Andre Angouw yang merupakan satu-satunya legislator beragama Kong Hu Cu terpilih sebagai Ketua Dewan di Sulut. Contoh lainnya, di Bolmut, Pak Chandra, Ketua Dewan satu-satunya beragama Kristen ditengah mayoritas muslim.

“Hal-hal ini mungkin bisa diadopsi pendekatannya di daerah-daerah lain. Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya di Sulawesi Utara,” tutup alumnus Universitas Indonesia ini.

Disamping itu, gerakan radikalisme dan fundamentalisme berpotensi di semua agama dan bukan hanya terjadi pada suatu agama.

“Potensi radikalisme dan fundamentalisme harus diantisipasi oleh segenap pihak. Jadi sangat bagus di Sulut ini memiliki Badan Kerjasama Antara Umat Beragama (BKSAUA),” ungkap Wagub Kandouw.

Sesuai tekam kegiatan “Merawat Budaya Damai di Sulut Karena Torang Samua Ciptaan Tuhan,” menggandeng tokoh agama, organisasi dan perwakilan kabupaten/kota. Diharapkan Budaya Damai yang selama ini terjadi di Sulut bisa terus terjaga dan terawat sesuai pedoman “Torang Samua Ciptaan Tuhan”

Kegiatan ini disaksikan Kepala Biro Kesra Provinsi Sulut, dr. Kartika Devi Kandouw Tanos,MARS, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Prof Dr Agus Sartono (Narsum), Asdep Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan Iptek, Ir Asril MSi (Narsum), Plt Asdep Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama, Dr Cecep K Anwar. Narasumber lainnya, Pastor Damianus Pongoh (Ketua Presidium BKSUA) dan Kaban Kesbangpol Mecky Onibala. 

redaksi2Supit Oktober 4 2019

You must be logged in to post a comment Login