Kasus Pembekuan Darah, Apakah Vaksin AztraZeneca Aman?

Ilustrasi Vaksin AztraZeneca

Manado, Sulutlink.com – Kasus Pembekuan darah langka ditemukan setelah penggunaan vaksin Covid-19 AztraZeneca. Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) mengatakan 30 kasus telah diidentifikasi.

MHRA mengatakan telah menerima 22 laporan trombosis sinus vena serebral (CVST) di mana gumpalan darah terbentuk di otak dan delapan laporan kejadian trombosis lain dengan trombosit rendah (sel yang terlibat dalam pembekuan) setelah penggunaan Oxford -AstraZeneca jab, dari total 18,1 juta dosis diberikan hingga dan termasuk 24 Maret.

Pernyataan MHRA tersebut dikeluarkan akibat keraguan beberapa negara atas keamanan penggunaan vaksin AztraZeneca.

Dilansir BBC, MHRA, European Medicines Agency (EMA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan manfaat mengambil vaksin lebih besar daripada risikonya.

Terlepas dari kasus pembekuan darah di negara-negara eropa, Indonesia sendiri telah menggunakan vaksin AztraZeneca dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut dan tentunya melalui evaluasi data khasiat keamanan dan mutu vaksin yang telah dijelaskan pada konferensi pers Maret lalu.

”Berdasarkan evaluasi terhadap data khasiat keamanan dan mutu vaksin, maka Badan POM telah memberikan persetujuan pada masa darurat atau EUA pada tanggal 22 Februari 2021,” ujar juru bicara vaksin Covid-19 BPOM Lucia Rizka Andalusia pada konferensi pers (19/3).

Hasil evaluasi terhadap vaksin AztraZeneca sendiri menunjukan bahwa vaksin tersebut dapat merangsang pembentukan antibodi baik pada populasi dewasa maupun lansia. (rynerd)

You must be logged in to post a comment Login