Kawasan Hutan Lindung Gunung Lolombulan Perlu Pengawasan Terpadu

Minsel,Sulutlink.com – Kawasan hutan lindung gunung Lolombulan tepatnya di antara desa Raanan Baru – desa Tondey, pada medio 2016 – 2017 silam, mendapat sorotan public Minsel atas kegiatan pertambangan liar galian C, yang diduga dilakukan oleh orang – orang dekat penguasa.

Pemerintah Kecamatan Motoling Barat dan Polsek Motoling serta aparat Kehutanan, dinilai lamban dan seakan tak berdaya mengatasi kegiatan pertambangan liar galian C, yang diduga telah masuk di wilayah kawasan hutan lindung gunung Lolombulan.

Masyarakat menuding, kegiatan pertambangan galian C tak mengantongi izin dan dianggap liar serta dapat berdampak terganggunya ketersedian sumber air, yang merupakan harapan hajat hidup masyarakat yang bermukim di desa – desa sekitar kawasan hutan lindung gunung Lolombulan.

Berkaca dari pengalaman yang terjadi, tetunya mendorong Pemerintah Kecamatan Motoling Barat berbenah dan berjanji di tahun 2018 ini, akan lebih sigap dan tanggap serta akan bertindak tegas atas praktek pertambangan liar galian C tersebut.

Jery Sengkey, S.Sos, MAP Camat Motoling Barat saat dimintai konfirmasi Jumat (12/1/2018) mengatakan, pihaknya akan menggandeng Polsek Motoling dan instansi teknis lainnya untuk melakukan pengawasan secara terpadu di kawasan hutan lindung gunung Lolombulan, dari ancaman kegiatan pertambangan liar galian C.

Dia juga berharap, masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga kelesatarian lingkungan di kawasan hutan lindung gunung Lolombulan tersebut.

Ditambahkannya, ada keinginan untuk menjadikan kawasan hutan lindung gunung Lolombulan, sebagai salah satu kawasan tujuan wisata di Kabupaten Minsel. (JoTam)

 

 

 

You must be logged in to post a comment Login