KEMENKES:INDONESIA BUTUH INOVASI TURUNKAN PENGERDILAN HINGGA 19 PERSEN

Kepala Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Siswanto. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta, 10/2 Sulutlink – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan Indonesia membutuhkan suatu inovasi yang bagus dan mumpuni agar bisa menurunkan angka stunting (pengerdilan) dari 30,8 persen menjadi 19 persen pada akhir 2024.

“Oleh karena itu angka 30,8 persen turun menjadi 19 persen dalam lima tahun itu berat. Maka harus ada inovasi yang bisa menurunkan angka stunting di Indonesia,” kata Kepala Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Siswanto di Jakarta, Senin.

Kemenkes, kata dia, terus mencari inovasi yang bisa menekan pengerdilan. Namun sampai sekarang belum ada yang menemukan inovasi tersebut. Selama lima tahun terakhir pihak terkait masih sebatas koordinasi antarkementerian dan lembaga.

“Sebetulnya belum menemukan suatu inovasi yang bisa menurunkan stunting dengan cepat pada level operasional,” katanya.

Apalagi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta target penurunan angka pengerdilan di Indonesia yaitu 14 persen. Namun, lanjut dia, menurut pakar gizi hal itu tersebut mustahil dapat dilakukan.

“Kalau kata para ahli gizi itu mustahil tapi ini barang kali ini cita-cita secara politis,” ujar dia.

Saat ini wilayah Indonesia bagian timur masih menunjukkan angka pengerdilan yang cukup tinggi terutama Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni 42,6 persen diikuti Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gorontalo.

Meskipun demikian, katanya, sebagian Pulau Sumatera dan Jawa sudah bagus. Bahkan, DKI Jakarta sudah berada pada angka 17 persen. Sementara badan kesehatan dunia atau WHO menetapkan batasan pengerdilan sebesar 20 persen.

“Paling bagus Bali, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan DKI Jakarta itu bagus di bawah 20 persen,” katanya.

Secara umum, pemerintah serius menangani pengerdilan karena persoalan tersebut merupakan proyek utama. Saat ini terdapat sekitar 20 proyek utama nasional dua ada di antaranya ada Kemenkes.

“Menurunkan stunting sama menurunkan angka kematian ibu,” katanya.

Ia menambahkan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan pengerdilan yaitu intervensi kepada ibu hamil. Selain itu, orang tua juga diminta memerhatikan 1.000 hari kehidupan anak terutama pemberian asupan gizi. (ANT/RT)

You must be logged in to post a comment Login