Ketua PGI Pertama Beri Selamat Imlek, Ini Harapan Astronom Professor Ratag Pada Dies Natalis UKIT YPTK GMIM

Tomohon, Sulutlink.com – Advokat Sofyan Jimmy Yosadi SH yang merupakan salah satu pimpinan tinggi Konghucu Se-Indonesia, justru mendapatkan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek dari seorang Pendeta, yakni Ketua Umum PGI ibu Pdt. Dr. Henriette Tabita Lebang, M.Th. Ini terungkap saat digulir acara Temu Alumni, Diskusi Masa Depan Pendidikan dan Seminar dalam rangkan Dies Natalis UKIT YPTK GMIM Ke-54 (1965-2019), yang berlangsung di Aula UKIT tadi siang (20/2).

Selain itu, satu-satunya Konghucu yang studi di pascasarjana UKIT YPTK jurusan Teologi, mengaku bangga dengan toleransi, sikap saling mendukung dan mengedepankan integritas. “Masih banyak orang-orang baik. Saya bangga dengan sikap tidak menjual integritas dan memutarbalikkan fakta”, ujar Ketua Ikatan Alumni UKIT YPTK GMIM ini lagi.

Hal menarik lainnya dari kegiatan itu, diungkap Pdt. David Tulaar. Tulaar menyatakan Alumni juga perlu memperbaiki bilamana institusi serong. “Penting mensuspensi hal-hak etis untuk dapat memperbaiki (mengoreksi) atau membuat perubahan radikal. Ada tanggung jawab untuk mengoreksi alumni-alumni yang so bengko (miring alias tidak berintegritas). Upaya ini harus dilakukan secara sistematis. Seorang Doktor masak tidak mampu menulis karya ilmiah?” papar pria yang pernah melayani di Srilanka, Belanda dan Jerman ini.

Menurutnya banyak hamba Tuhan yang seperti robot bisa tiba-tiba berubah sesuai situasi dan kondisi. Itu terjadi karena agama semakin kehilangan konteks karena dikikid ilmu pengetahuan. Makanya perlu dilakukan perubahan ke arah kebenaran oleh Alumni sendiri. “Jangan bangga menyandang alumni UKIT YPTK GMIM kalau berdusta atau mencuri”, katanya mengingatkan.

Sebelumnya, Rektor UKIT Wenas Prof. Dr. Mezak Arnold Ratah, APU yang memenuhi undangan UKIT YPTK GMIM menjadi salah satu pembicara, mengakui bahwa ada kejanggalan dalam Kepmen 220. Karenanya, bersama tim mereka dipercayakan oleh L2Dikti dan Kemenristekdikti untuk menyatukan UKIT dengan tongkat komando Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT ) yang merangkul semua dosen dan mahasiwa UKIT YPTK GMIM.

Beberapa hal juga yang menjadi keprihatinan Ratag, diantaranya bila PDPT disalahgunakan dan lulusan yang melakukan plagiat. Oleh sebab itu, Astronom Kebanggaan Indonesia berupaya membersihkan UKIT dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Ratag berharap, ke depan UKIT akan semakin baik, sehingga keluar dari persolan yang melilit belasan tahun. Awalnya adalah penyatuan data di dalam PDPT. Tampak menjadi nara sumber juga Toar Palilingan, SH., MH, Dr. Max Rembang, M.Si, Pdt. Letkol Jefry Maramis, M.Teol, dan lainnya. (Red?

You must be logged in to post a comment Login