Ketum GABSI Miranda Goeltom: Tugas Menumpuk Menanti PB GABSI 2018-2022

Jakarta, Sulutlink.com. Miranda S Goeltom telah terpilih sebagai Ketua Umum PB GABSI dalam Kongres GABSI yang berlangsung di Padang pada tanggal 7-8 Desember 2018. Selanjutnya Ibu Miranda diberikan waktu satu bulan untuk membentuk susunan kepengurusan lengkap PB GABSI. Deadline yang diberikan oleh Kongres GABSI selambat-lambatnya tanggal 7 Januari 2019.
Selanjutnya setelah diumumkan akan membuat surat ke KONI Pusat untuk disahkan dan dilantik. Perkiraannya semua ini akan beres sebelum akhir Januari 2019.

Namun tugas menumpuk sudah menanti karena itu mungkin harus segera tancap gas. Tugas pertama adalah menyiapkan tim kelompok umur, U16, U21, U26 dan Girls U26. Kenapa harus segera, karena 23rd Asia Pacific Bridge Federation Youth Championships akan digelar pada tanggal 5-11 April 2019 di The Montien Hotel, Surawongse Road, Bangkok, Thailand . Biasanya sesuai aturan pendaftaran nama pemain dilakukan sebulan sebelumnya.

Event ini sangat penting karena merupakan arena untuk menentukan 3 (tiga) negara wakil Zone VI yang boleh mengikuti 18th World Youth Team Championship 2020 yang belum ditentukan tempatnya. Tahun 2017 kita hanya meloloskan Junior U26 dan Girls U26. Semoga tahun ini bisa lolos di semua kategori.

Satu lagi event penting untuk tingkat junior adalah 2nd Youth Online Championship yang akan berlangsung tanggal 20 Februari – 2 Juli 2019. Event online ini hanya mempertandingkan dua kelompok umur, yaitu U16 dan U26. Tahun ini, Indonesia ikut di U26. Undangan resmi event ini baru akan beredar tanggal 7 Januari 2019. Tapi karena Indonesia mengikuti event pertama maka diberikan prioritas untuk langsung mendaftar.

Event tahun ini menjadi sangat penting karena pada tahun 2020 akan dibagi dua divisi dimana ada promosi dan degradasi. Mengikuti event ini tidak membutuhkan biaya besar karena bisa dimainkan dari rumah masing-masing.

Tugas berat kedua adalah menyiapkan Open, Ladies, Mixed dan Senior Team untuk mengikuti 2019 APBF Championship yang akan berlangsung di York Hotel Singapura pada tanggal 11-20 Juni 2019.

Event ini juga merupakan babak kualifikasi Zone VI untuk memilih 3 wakilnya diluar China yang menjadi tuan rumah untuk mengikuti 2019 World Bridge Team yang akan berlangsung di Wuhan, China pada tanggal 14-28 September 2019.

Terakhir tahun 2017, kita hanya meloloskan Open dan Ladies Team di Lyon, Perancis. Semoga tahun ini bisa keempat-empatnya.

Tugas dalam negeri juga tidak kalah pentingnya selain mensukseskan visi & misi yang dipaparkan Ketum Miranda di Kongres GABSI juga sudah menanti 3 event penting tahunan yang sudah harus segera dipersiapkan, yaitu:
1. Kejurnas Pelajar, Mahasiswa dan Junior 2019 yang bisa diselenggarakan pada bulan Juni-Juli.
2. Kejurnas Bridge 2019 yang sebaiknya diselenggarakan pada bulan Oktober – Nopember
3. PRA PON 2020 di Sulawesi Tenggara yang sesuai aturan KONI diselenggarakan setahun sebelum PON 2020.

(Bert Toar Polii)

You must be logged in to post a comment Login