Komisi 1 DPRD Minahasa Awasi / Kunker di Kawangkoan (Raya) Franky Wolayan : “Kali ini, Kami Fokus Awasi Pemanfaatan Dana Kelurahan”

Minahasa, Sulutlink.com – Melaksanakan fungsi pengawasan serta untuk menyerap aspirasi masyarakat, Komisi Satu DPRD Kabupaten Minahasa melaksanakan kunjugan kerja di Kecamatan Kawangkoan dan Kawangkoan Utara pada, hari Rabu (5/08).

Fokus sasaran fungsi pengawasan para wakil rakyat tersebut, kali ini pada realisasi pelaksanaan pekerjaan fisik di Kelurahan-Kelurahan yang telah menerima Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2020. Di Kecamatan Kawangkoan Utara, rombongan komisi 1 DPRD Minahasa ini di sambut oleh Camat Kawangkoan Utara Fabian Mendur. SPt. MM di Kantor Kecamatan tersebut.

Dalam tanya jawab dengan anggota komisi 1 tersebut, Fabian menyampaikan bahwa di wilayah kerjanya (Kawangkoan Utara), Dana Kelurahan dimanfaatkan sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan sesuai petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan pemerintah untuk pembangunan di 4 Kelurahan yang ada di Kecamatan Kawangkoan Utara. Camat Mendur ini juga mempersilahkan rombongan dewan untuk meninjau langsung di lokasi proyek Kelurahan Talikuran Barat, yang sedang melakukan perampungan proyek sumur bor beserta instalasi pipa air sumur bor tersebut.

Franky Wolayan bersama anggota Dewan lainnya mengatakan bahwa, “Kami datang bukan hanya untuk di tempat-tempat yang memiliki permasalahan, termasuk di tempat yang realisasi pekerjaan proyeknya baik, itupun kami harus tinjau. Dengan maksud agar dapat menjadi percontohan bagi Kelurahan-Kelurahan lainnya di Kabupaten Minahasa,” pungkas mantan anggota Polri ini.

Lurah Talikuran Barat Nola Pinontoan SE, yang menerima kedatangan rombongan wakil rakyat Kabupaten Minahasa ini, menjelaskan dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh anggota komisi 1 DPRD Minahasa tersebut.
Sebelumnya rombongan komisi 1 DPRD Minahasa ini juga bertandang di Kantor Kecamatan Kawangkoan (Induk). Di tempat ini, rombongan diterima oleh Camat Kawangkoan Eigthmi Moniung.SH. Selanjutnya meninjau langsung pekerjaan proyek Dana Kelurahan yang ada di Kelurahan Kinali, yakni betonisasi pinggiran jalan di Lingkungan 2 Kelurahan Kinali.

Rombongan disambut oleh ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kinali, Ventje Mawuntu yang juga adalah Anggota DPRD Kabupaten Minahasa di Komisi berbeda. Bersama Lurah Kinali Michel Moniung S.Sos dan Sekretaris LPM Kinali Markus Rumengan.

Banyak hal yang disampaikan Ventje Mawuntu kepada para rekannya yang duduk di komisi 1 DPRD Minahasa. Antara lain Mawuntu menyampaikan adanya kendala atau ketersendatan dana yang tidak selaras dengan semangat masyarakat yang menjadi pekerja dalam proyek Dana Kelurahan di Kinali ini. Terutama soal administrasi keuangan yang dianggap olehnya, lambat dan tidak seirama dengan semangat para pekerja. Dalam paparan aspirasinya kepada rombangan komisi 1 ini, Ventje menjelaskan ; “Adakala kami harus menunggu, padahal pekerjaan membutuhkan kesiapan material yang segera dikerjakan, mengingat waktu dan mengingat cuaca yang tidak menentu. Kadang panas, dan sering hujan, tentunya kami berharap proyek ini bisa selesai sesuai jadwal yang ada.” Ketua LPM Kinali ini juga menyesali adanya ketersendatan belanja material yang disebabkan ketidak lancaran distribusi keuangan. Menurutnya lagi, idealnya bahan material siap sedia di lokasi proyek, sesuai rancangan anggaran belanja (RAB) proyek pekerjaan yang ada.” ujar anggota mantan wakil ketua DPRD Minahasa ini.

Plh Lurah Kinali Michael Moniung.S.Sos yang juga ikut mendengar ungkapan ketua LPM Kinali tersebut, tidak menampik adanya ketersendatan material proyek yang disebabkan keterlambatan administrasi keuangan karena ketiadaan ASN Bendahara di Kelurahan Kinali.

Mendengar aspirasi dari Ventje Mawuntu dalam kapasitas ketua LPM Kinali, para personil komisi 1 DPRD Minahasa, menyimak serta menampung uneg-uneg dari Mawuntu tersebut. Menanggapi hal itu,
Johan Watung SE. Salah satu personil anggota komisi 1 DPRD Minahasa ini mengatakan kepada wartawan media ini, bahwa semua laporan atau aspirasi yang sudah didengar dan dilihat, tentunya ditampung dan akan dijadikan bahan pembahasan di Gedung DPRD Minahasa Tondano, untuk selanjutnya dicarikan solusi terbaik, agar di kemudian hari semua idealisme membangun daerah bisa menjadi lebih berkualitas, baik pelaksanaannya, begitupun hasilnya. (Harry)

You must be logged in to post a comment Login