Komisi I RDP Badan Kepegawaian Daerah Sulut, Bahas Pelantikan Kepsek SMK I Bitung

DEPROV, Sulutlink.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Sulut dengan Mitra kerja Badan Kepegawaian Daerah salah satu topik menarik perhatian sejumlah wartawan media online, cetak, dan elektronik hal yang dibahas terkait pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Bitung yang mendapat perhatian anggota DPRD Johny Penambunan Dapil Minut Bitung.

Ditengah sesi tanya jawab, kesempatan anggota Legislator Johny Panambunan mempertanyakan, mengapa soal pelantikan Kepsek tersebut yang dinilainya keliru apa yang dilakukan oleh BKD Provinsi dibawah kepemimpinan Femmy Suluh.

Pasalnya oknum Kepsek yang jabatannya hanya berlangsung dua jam itu, kemudian diganti, dilakukan pada beberapa waktu lalu.

Diketahui Komisi I Bidang Pemerintahan dan HAM DPRD Sulut, juga merespon sorotan publik tentang kebijakan yang dijalankan oleh instansi terkait, sehingga mengundang perhatian banyak pihak, meneruskan informasi tersebut melalui lembaga yang relevan yang membidangi urusan pemerintahan dan hak asasi manusia di DPRD Sulut dengan memanggil BKD Sulut untuk RDP
Kamis, (16/1/2020) di ruang rapat Komisi I, hingga selesai.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut, Femmy Suluh yang hadir langsung dalam gelar rapat tersebut didampingi para Kabid, Kasub dan jajarannya.

Diketahui, Johny Panambunan, salah satu Anggota Komisi I mempertanyakan soal kabar pelantikan Kepsek SMK N 1 Bitung.
“Saya ingin mempertanyakan pelantikan kepsek yang hanya berlangsung dua jam kemudian diganti.

Mengapa bisa seperti itu? Mohon penjelasannya,” tutur Panambunan dalam rapat.

Menanggapi hal itu, Suluh mengatakan, bahwa itu adalah proses dinamis dalam pembahasan.
“Seperti yang pernah kami sampaikan dan terekspos di media bahwa ada SK yang sudah net tapi yang sempat terdistribusi untuk baca sehingga langsung dilakukan penyesuaian pada waktu itu.

Jadi, yang bersangkutan tetap di sekolah itu,” terang Suluh.

Namun, apa yang disampaikan Kaban BKD Sulut tidak serta merta diterima Johny Panambunan.

Menurut Panambunan ini menyangkut harga diri seseorang.
“Ini masalahnya sudah dilantik! Bagaimana kalau pelantikan itu sudah di-share ke media sosial dan sudah mendapat ucapan dari keluarga dan publik,” tanya Panambunan

Usai rapat, Suluh yang diwawancara sejumlah awak media pun terkesan enggan berkomentar.
“Itu ada sedikit kesalahan pengetikan yang terakhir. Torang (kami) dengan diknas noh sama-sama,” tandas Suluh. (red2Supit-009).

You must be logged in to post a comment Login