Kopdar Indonesia Cinta Damai, 4 Tokoh Sepakat Bahas Kerukunan Dan Toleransi Di Sulut

Sepakat membahas Kerukunan Dan Toleransi Di Sulut, Ini pesan 4 Tokoh MJP, Hanny Pantouw,Yusra Alhabsy Dan Taufik Tumbelaka dalam suatu Acara KOPDAR

DEPROV, Sulutlik.com – Legislator PSI Melky Jackhin Pangemanan (MJP) gelar kopdar mengusung tema “Sulawesi Utara Cinta damai, Sub Tema “Sulut Sulit Di Sulut Karena Solid” Rabu, 5/02/2020

Selain pertanggungjawaban kinerja MJP kepada publik dan konstituennya diskusi yang menghadirkan pemateri dari tokoh agama, Tonaas LMI, Hanny Pantouw, Ketua Ansor Sulut, Yusra Alhabsyi dan Pengamat Politik, Taufik Tumbelaka, bermakna bagi masyarakat provinsi sulut.

Diawali oleh Tonaas Wangko LMI yang menghimbau bahwa yang namanya melakukan pengrusakan fasilitas tempat ibadah itu adalah masuk kategori sebagai perbuatan melanggar hukum

“Jika kita membahas terkait perusakan tempat ibadah itu secara Undang-undang adalah melanggar aturan,” tegas TW Hanny Pantouw.

Dirinya menilai bahwa tindakan itu dilakukan oleh oknum bukan LSM dan sudah jadi keharusan pemeritah, TNI dan Polri untuk mengambil tindakan tegas kepada para pelakunya.

Sementara menurut Ketua Ansor Sulut yang merupakan Anggota DPRD Sulut, Yusra Alhabsyi mengatakan ada kegelisahan yang saat ini melanda Sulut ketika melihat permasalahan nya.

Permasalahan ini harusnya menjadi kritik bagi pemerintah, TNI dan Polri untuk lebih memperhatikan keberagaman di Sulut dan libatkan tokoh-tokoh agama.

” Jangan jadikan organisasi keagamaan jadi pemadam, jika ada kejadian seperti ini baru di cari,” tegasnya.

Kita harus perlu Silahturami antar organisasi keagamaan. Yusra juga menyentil terkait kurangnya pemerataan APBD untuk daerah kepulauan dan Bolaang Mongondow. Jangan ada gap antara beberapa daerah diakibatkan anggaran yang tidak merata untuk kesehjatraan masyarakat.

“Kondisi terkait kurangnya kesejahteraan terhadap masyarakat akan berdampak hal-hal yang negatif seperti yang terjadi. Kami memohon agar setiap anggaran bisa merata bagi daerah kepulauan dan Bolaang Mongondow,” tambahnya.

Pemerintah harusnya membangun sarana wisata keberangaman dan kebudayaan agar masyarakat dan warga asing datang ke Sulut akan mengenal bahwa nilai keberagaman kita sanggat tinggi.

Taufik Tumbelaka mencoba menjelaskan, terkait rawanya Pilkada di Sulut.

“Sulut berada di peringkat kedua untuk rawannya Pilkada. Sedangkan dari 7 Kabupaten Kota mengadakan pilkada ada dua daerah rawan yaitu Tomohon dan Bitung,” Katanya.

Semua permasalahan datangnya dari elit politik yang tidak mematuhi etika.

“Saya mengingatkan bagi elit politik untuk mematuhi etika politik,” Tegas Taufik.

Taufik mengingatkan, Pilpres tidak serawan pilkada nantinya. Jika kita tidak mampu menjaga intoleransi, maka kita gagal merawat warisan.
“Etika politik tidak ada aturannya tetapi ada aturan hidup dan setiap agama mengajarkan kebaikan,” ujar Tumbelaka

Dibagian akhir Tonaas Wangko Hanny Pantouw menutupnya dengan satu pandangan jitu, bahwa kesimpulan dari Kopdar ini untuk masukkan bagi masyarakat dan pemerintah ada dua yaitu Berbuat Silahturahmi pemerintah, toko agama, TNI dan Polri, kedua adakan pariwisata kebudayaan dan keberagaman di Sulut dan yang terakhir dirinya mengatakan, “Bersama Kita Pasti Bisa”, pungkasnya. red2Supit-009.

You must be logged in to post a comment Login